Jember (beritajatim.com) – Komisi C DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendorong perubahan organissi Perusahaan Daerah Perkebunan Kahyangan miik pemerintah daerah, menyusul mundurnya jajaran direksi.
Ada tiga pekerjaan rumah direksi baru PDP Kahyangan atau Tritura (Tri Tugas Rumah), yakni bekerja profesional dan tidak berpolitik, menangani kemiskinan warga kawasan kebun, dan memberikan sumbangsih pendapatan asli daerah (PAD).
“Ngomong kemiskinan, kelas menengah ke bawah bekerja sebagai buruh kebun. Mereka selama ini kurang perhatian dari pemerintah,” kata Edi Cahyo Purnomo, anggota Komisi C dari Fraksi PDI Perjuangan, Jumat (9/1/2026).
Sementara itu dalam aspek bisnis, menurut Purnomo, PDP Kahyangan tidak banyak berubah. “PDP menyusu ke pemerintah. Sementara sumbangsih pendapatan untuk PAD (Pendapatan Asli Daerah) sangat minim,” katanya.
Purnomo menekankan kepada Pemerintah Kabupaten Jember untuk memilih direksi baru yang punya kemampuan berinovasi. “Jangankan memikirkan peningkatan pendapatan,mengurusi internalnya saja belum selesai,” katanya.
Purnomo mendorong reformasi total PDP Kahyangan. “Cuma jangan sampai PDP Kahyangan digunakan untuk kepentingan politik,” katanya. Jika Pemkab Jember menegakkan profesionalisme, Purnomo yakin manajemen PDP Kahyangan akan berubah.
Saat ini Pelaksana Tugas Direktur PDP Kahyangan dijabat Danang Andriasmara, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Jember.
Danang menggantikan Direktur Utama PDP Kahyangan Sofyan Sauri, Direktur Produksi, Pemasaran dan Pengembangan Moh. lzmaul Haqqi, dan Direktur Umum dan Keuangan Leny Puspitasari yang mengundurkan diri atas permintaan Bupati Muhammad Fawait melalui Kepala Badan Pendapatan Daerah Achmad Imam Fauzi.
Sebelum lengser, jajaran direksi yang dipimpun Sofyan berhasil mengubah kondisi finansial PDP Kahyangan yang merugi Rp 2 milar pada 2020 dan Rp 1,4 miliar pada 2021 menjadi laba Rp 500 juta pada 2025.
Menurut Sofyan, masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus dibenahi PDP Kahyangan. “Paling krusial adalah sumber daya manusia dan aset. Aset kami belum terkelola optimal,” katanya, Sabtu (27/12/2025). [wir]






