Jerman (beritajatim.com) — Maskapai penerbangan nasional Jerman, Lufthansa, menandai tonggak sejarah penting pada 2026 dengan merayakan 100 tahun berdirinya perusahaan.
Tepat pada 6 Januari 1926, maskapai bernama “Luft Hansa” pertama kali didirikan, disusul penerbangan perdananya pada 6 April 1926.
Perayaan satu abad Lufthansa bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menjadi momentum refleksi dan pijakan menuju masa depan industri penerbangan global.
“Ulang tahun ke-100 ini bukan hanya tentang melihat ke belakang, tetapi juga tentang bagaimana kami melangkah ke masa depan dengan semangat perintis, inovasi, dan konektivitas global,” demikian pernyataan resmi Lufthansa.
Awal Sejarah dan Tantangan Panjang
Sejarah Lufthansa bermula dari penggabungan dua perusahaan penerbangan, Junkers Luftverkehr dan Deutsche Aero Lloyd, yang menjadi fondasi kesuksesan maskapai di tingkat internasional. Namun, perjalanan Lufthansa tidak selalu mulus.
Dalam catatan sejarahnya, Lufthansa juga menghadapi masa-masa kelam, terutama pada era Nazi, ketika perusahaan menjadi bagian dari rezim tersebut.
“Kami menggunakan peringatan 100 tahun ini sebagai kesempatan untuk mengkaji secara kritis peran Lufthansa pada masa itu berdasarkan penelitian sejarah yang mendalam,” tegas manajemen Lufthansa.
Lufthansa menegaskan bahwa refleksi sejarah tidak hanya terbatas pada periode pascaperang, melainkan mencakup seluruh fase perjalanan perusahaan, termasuk runtuhnya Lufthansa generasi pertama.
Kebangkitan Pasca Perang dan Era Lufthansa Modern
Kebangkitan Lufthansa dimulai dengan berdirinya Lufthansa kedua pada 1953, yang menjadi dasar hukum Lufthansa modern. Dua tahun kemudian, tepat pada 1955, operasional penerbangan kembali dimulai di bawah nama Deutsche Lufthansa AG.
“Semangat perintis kembali menjadi kunci saat kami memulai dari nol setelah perang dan membangun kembali kepercayaan dunia,” ujar Lufthansa dalam pernyataannya.
Kini, Lufthansa menjadi salah satu grup penerbangan terbesar di dunia, dengan 40.000 karyawan dari 122 negara di bawah merek Lufthansa, serta 100.000 karyawan dari lebih 160 negara dalam Lufthansa Group.
“We Are the Journey”, Tema Perayaan 100 Tahun
Perayaan satu abad Lufthansa mengusung tema “We Are the Journey”, yang mencerminkan perjalanan bersama antara maskapai, karyawan, penumpang, dan para penggemar merek Lufthansa.
“Tanpa kepercayaan dan loyalitas para penumpang, perjalanan Lufthansa selama satu abad tidak mungkin terwujud,” tulis Lufthansa.
Tema ini sekaligus menjadi bentuk penghormatan kepada para karyawan yang sejak awal disatukan oleh semangat inovasi, kecintaan pada dunia penerbangan, dan komitmen terhadap keunggulan layanan.

Beragam Agenda Sepanjang 2026
Sepanjang tahun perayaan 2026, Lufthansa akan menggelar berbagai kegiatan, mulai dari pameran permanen di Lufthansa Group Hangar One, peluncuran buku sejarah, produksi film dan video, acara khusus pelanggan, hingga perayaan internal bagi karyawan.
Identitas “100 Years of Lufthansa” juga akan tampil di berbagai elemen perjalanan, seperti boarding pass, area bandara, kabin pesawat, hingga kampanye visual di pusat-pusat kota dunia.
Armada Khusus dan Livery 100 Tahun
Salah satu sorotan utama adalah Lufthansa Anniversary Fleet, yakni armada pesawat dengan livery khusus 100 tahun.
Armada ini terdiri dari enam pesawat, termasuk Airbus A380, Airbus A350, Airbus A320, Boeing 747-8, dan Boeing 787-9 bernama “Berlin”.
Pesawat Boeing 787-9 tersebut baru tiba di Frankfurt dari Amerika Serikat menjelang Natal dan akan segera melayani penerbangan reguler.
“Setiap pesawat dengan livery khusus ini menjadi duta terbang yang menggabungkan tradisi dan kemajuan Lufthansa,” ungkap perusahaan.
Selain itu, dua desain retro livery juga dihadirkan sebagai penghormatan terhadap sejarah, dengan tetap mempertahankan logo bangau ikonik karya Otto Firle yang telah menjadi simbol global Lufthansa sejak 1918. (ted)






