Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, tengah melebarkan trotoar Jalan Kartini untuk program Street Food atau Jajanan Jalanan, dengan anggaran Rp 2,7 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Jember 2025.
“Kami membangun, mempercantik, dan memperlebar jalur pedestrian tahap satu di wilayah Jalan Kartini, dari perempatan Polres ke utara, kurang lebih sepanjang 700 meter,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Nurul Hafid Yasin, Jumat (5/12/2025).
Dinas Cipta Karya berkontrak dengan rekanan CV Alifca Construction pada 24 November 2025 dan ditargetkan selesai pada 30 Desember 2025. “Namun, kami minta kalau bisa sebelum itu sudah selesai,” kata Hafid.
Hafid memastikan kepada rekanan untuk melembur pekerjaan tersebut agar cepat kelar dan mempertimbangkan faktor cuaca.
Menurut Hafid, trotoar sisi barat yang semula hendak diperlebar tiga meter, kini tengah diperlebar 2,4 meter. sementara di sisi timur yang semula hendak diperlebar enam meter, kini tengah diperlebar kurang lebih 5,6 meter.
Dinas Cipta Karya juga sudah berkoordinasi dengan Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Pandalungan dan pemangku kepentingan lain, antara lain panti siwi, sekolah, dan gereja yang berlokasi di Jalan Kartini.
“Tidak ada persoalan secara umum. Alhamdulillah mereka mendukung, termasuk (pelanggan) jaringan air PDAM dan lain-lain sudah kita infokan. Jadi Semua sudah aman. Masing-masing stakeholder seperti PDAM sudah mengantisipasi. Jadi tidak ada kendala. Hanya cuaca, Desember ini sering turun hujan,” kata Hafid.
Dengan adanya pelebaran trotoar, menurut Hafid, lebar Jalan Kartini tersisa kurang lebih 8-9 meter. “Jalan itu tidak terlalu signifikan berkurangnya, karena yang kami lebarkan hanya melebihi sedikit dari pohon-pohon di pinggir jalan,” kata Hafid.
Menurut Hafid, Pemkab Jember sudah berkoordinasi dengan Kepolisian Resor Jember untuk memastikan tidak ada kendaraan yang parkir di Jalan Kartini. “Untuk tempat parkir kami akan siapkan kantong-kantong yang digunakan stakeholder di wilayah Jalan Kartini. Ini mengantisipasi adanya hambatan atau kemacetan akibat kendaraan-kendaraan yang parkir di sana biasanya,” katanya.
Setelah tahap pertama selesai, Dinas Cipta Karya akan melanjutkan pelebaran trotoar sepanjang 500 meter di Jalan Gatot Subroto dari timur hingga barat. “Dilakukan bertahap menyesuaikan ketersediaan anggaran,” kata Hafid.
Namun, menurut Hafid, Pemkab Jember akan mengevaluasi lebih dulu efektivitas pelebaran trotoar di Jalan Kartini. “Tapi secara global, sudah kita rencanakan Jalan Gatot Subroto, karena memang itu konsepnya,” katanya.
Pelebaran Jalan Kartini dan Jalan Gatot Subroto disiapkan untuk penataan pedagang kaki lima yang biasa berjualan di Alun-Alun Jember Nusantara. “Dengan begitu diharapkan alun-alun tetap nyaman digunakan untuk keluarga bersantai dan tidak terlalu kelihatan kumuh,” kata Hafid.
Setelah pelebaran trotoar selesai, menurut Hafid, penataan pedagang di Jalan Kartini diserahkan kepada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Jember. “Yang jelas salah satu tujuan pembangunan ini untuk menciptakan pusat keramaian baru,” katanya.
Hafid mengatakan, perkembangan kawasan perkotaan di Jember tidak bisa dihindari. “Jalur pedestrian yang lebar akan kami manfaatkan untuk kegiatan-kegiatan ekonomi dan kebudayaan,” katanya.
Sejumlah sudut Jalan Kartini akan diproyeksikan menjadi tempat anak-anak muda menampilkan seni musik dan lainnya. “Dengan demikian nanti jalan ini ramai dengan berbagai aktivitas hiburan dan ekonomi lainnya, dengan tidak mengganggu aktivitas stakeholder yang saat ini sudah ada di sana. Nanti tinggal pengaturannya jadwalnya,” kata Hafid.
Menurut Hafid, Pemkab Jember akan berkoordinasi dengan panti siwi dan Paroki Gereja Santo Yusup untuk penggunaan jalur pedestrian yang melintasi gereja tersebut. “Kami menghormati dan menghargai gereja sebagai tempat ibadah. Jadi kami akan menyesuaikan dengan ketentuan yang nanti akan disampaikan pihak gereja,” katanya. [wir]







2 Komentar
harus nya jalan diperlebar, trotoar juga diperlebar, lha ini jalan dipersempit utk orang jualan yg butuh tempat parkir yg lebih banyak. kok koyok gak mikir blas . menyelesaikan masalah dengan masalah yg lebih bermasalah
jember makin lama makin kacau penataan kota dan jaln utama dan pedesaan banyak yg rusak.