Jember (beritajatim.com) – Banjir mulai terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Jember, Jawa Timur, seiring dengan semakin meningkatnya curah hujan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember meminta warga tetap waspada.
Hujan yang terjadi sejak siang hingga malam, Selasa (2/12/2025), menyebabkan debit air sungai meningkat dan pohon tumbang di sejumlah lokasi. “Terjadi luapan siang di wilayah perkebunan Zelandia Keamatan Tanggul yang berdampak terhadap wisata pemandian Patemon,” kata Kepala BPBD Jember Indra Tri Purnomo, Rabu (3/12/2025).
Banjir luapan juga terjadi di perumahan Tanggul Asri setinggi 40 centimeter dan jalan desa Sukorejo Kecamatan Bangsalsari. “Sungai tanggul meluap ke jalan raya Tanggul-Kencong di daerah Pondokjoyo. Ketinggian air di jalan 5-10 centimeter,” kata Indra.
Ponpes Ar-Rosyid di Desa Tugusari, Kecamatan Bangsalsari, tergenang air dengan ketinggian bervariasi 10-20 centimeter. Namun tidak berselang lama, air berangsur surut. Air juga meluber setinggi 50 centimeter di Jalan Soekarno-Hatta, Dusun Krajan Blimbingan, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari.
“Di wilayah Bangsalsari, air yang menggenangi akses jalan dan halaman rumah warga telah surut. Aktivitas warga kembali normal. Sementara itu di wilayah Tanggul air cepat surut, dikarenakan banjir luapan bersumber dari drainase yang tidak muat menampung debit air hujan yang lebat,” kata Indra.
Sementara itu, di jalan penghubung Kecamatan Tanggul-Kencong luapan air dari sungai tidak terlalu signifikan. “Hanya luber ke arah afur,” kata Indra. [wir]






