Surabaya (beritajatim.com) – Menghadapi meningkatnya potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia, PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) mengambil langkah cepat dan terukur untuk memastikan operasional pelabuhan tetap aman dan lancar.
Subholding Pelindo yang bergerak di bidang terminal nonpetikemas ini memperketat kesiapsiagaan di seluruh terminal menyusul peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait aktivitas dua Bibit Siklon Tropis 97S dan 98S yang terdeteksi berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi.
Direktur Operasi Pelindo Multi Terminal, Arif Rusman Yulianto, menegaskan bahwa perusahaan telah mengaktifkan protokol mitigasi risiko di tingkat nasional. Berbagai langkah strategis diberlakukan untuk menjaga keamanan operasional serta memastikan kelancaran arus logistik tetap terjaga.
“Pelindo Multi Terminal memastikan setiap kegiatan bongkar muat dijalankan sesuai prosedur, meningkatkan penerapan K3, melakukan pemeriksaan teknis peralatan dan fasilitas secara berkala, serta menghimbau seluruh pihak untuk memantau kondisi cuaca secara real-time. Kami juga memperkuat koordinasi dengan KSOP dan perusahaan pelayaran,” ungkap Arif.
Selain memperketat pengawasan operasional, Pelindo Multi Terminal juga meningkatkan kesiapan tim tanggap darurat di seluruh unit kerja. Upaya ini meliputi peningkatan kompetensi personel melalui pelatihan Emergency Response Plan, pelatihan P3K, simulasi penanganan kebakaran, hingga optimalisasi penerapan Sistem Manajemen K3 sesuai PP No. 50/2012.
Arif menegaskan bahwa keselamatan adalah prioritas utama.
“Jika kondisi cuaca ekstrem membahayakan keselamatan, operasional akan dihentikan sementara. Keamanan petugas, mitra, dan pengguna jasa di lingkungan pelabuhan adalah yang paling penting,” tegasnya.
Langkah mitigasi ini menunjukkan komitmen Pelindo Multi Terminal dalam menjaga stabilitas logistik nasional, terutama di tengah tantangan perubahan cuaca yang semakin tidak terduga. Dengan kesiapsiagaan yang diperkuat dan koordinasi lintas instansi, SPMT optimistis operasional seluruh terminal tetap dapat berjalan aman, efisien, dan terkendali.[rea]






