Surabaya (beritajatim.com) – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) kembali mencatatkan tonggak penting dalam ekspansi layanan internasionalnya. Pada Rabu (19/11/2025) pukul 09.00 WIB, TTL resmi menyambut kunjungan perdana (maiden voyage) CIM Service melalui kedatangan kapal MV ITAL BONNY milik Evergreen Lines di dermaga internasional Terminal Teluk Lamong.
CIM Service merupakan joint service tiga raksasa pelayaran asal Taiwan Evergreen Lines, Wan Hai Lines, dan Yang Ming Lines. Layanan ini menghubungkan sejumlah pelabuhan strategis di Asia dan menjadwalkan kunjungan rutin mingguan ke TTL, menegaskan posisi Surabaya sebagai salah satu titik penting dalam jaringan logistik kawasan.
Dengan panjang 212 meter, lebar 33 meter, dan bobot 37.301 ton, MV ITAL BONNY menjadi simbol kepercayaan baru terhadap kapasitas dan kapabilitas TTL. Pada kunjungan perdananya, kapal ini menjalani 1.363 TEUs kegiatan bongkar muat 689 TEUs bongkar dan 674 TEUs muat yang berlangsung efisien berkat dukungan fasilitas modern, peralatan berteknologi tinggi, serta SDM profesional TTL.
CIM Service menambah portofolio layanan internasional TTL menjadi lima service baru sepanjang 2025, memperkuat posisi Terminal Teluk Lamong sebagai gerbang logistik berdaya saing global.
Kapten MV ITAL BONNY, Luigi Castellano, mengapresiasi kualitas layanan TTL.
“One of the best terminals,” ujarnya singkat.
Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menegaskan bahwa hadirnya CIM Service merupakan sinyal kuat meningkatnya kepercayaan pelayaran dunia.
“Kedatangan MV ITAL BONNY menunjukkan bahwa Terminal Teluk Lamong terus mendapatkan kepercayaan operator global. Kami akan terus memberikan layanan terbaik bagi seluruh mitra kami,” tegasnya.
Dengan komitmen pada operasional dan komersial yang excellent serta penerapan konsep Smart & Green Port, TTL siap memastikan kelancaran layanan CIM Service dan menyambut lebih banyak kapal internasional di masa mendatang.
Kunjungan perdana ini sekaligus memperkokoh Terminal Teluk Lamong sebagai simpul penting dalam jaringan pelayaran internasional, terutama untuk kawasan Indonesia Timur membawa Surabaya semakin kuat sebagai pusat konektivitas Asia.[rea]






