Surabaya (beritajatim.com) – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada Rabu, 22 Oktober 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menghadirkan sebuah program spesial untuk masyarakat. Melalui Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, pengguna layanan Trans Jatim khusus armada non-luxury dapat menikmati tarif gratis sepanjang hari sebagai bentuk apresiasi dan dukungan atas peran penting santri dalam pembangunan daerah.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melalui akun Instagram resminya menegaskan bahwa program naik gratis Trans Jatim ini merupakan bagian dari perayaan Hari Santri serta dorongan terhadap budaya menggunakan angkutan umum.
“Program ini merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat Jawa Timur atas dukungan dan partisipasinya dalam mewujudkan transportasi massal yang berkelanjutan,” ujar Khofifah.
Ia juga menambahkan bahwa langkah ini tidak hanya bentuk penghormatan kepada para santri yang telah berkontribusi dalam sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga sebagai strategi untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap transportasi umum.
“Program tarif gratis ini juga sebagai upaya mendorong peningkatan minat masyarakat terhadap penggunaan transportasi publik yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan melalui layanan Trans Jatim,” lanjutnya.
Promo tarif nol rupiah ini berlaku satu hari penuh, khusus pada tanggal 22 Oktober 2025, dan mencakup seluruh armada Trans Jatim koridor non-luxury, yang mencakup berbagai koridor dengan rute yang berbeda, seperti Koridor 1 (Sidoarjo-Surabaya-Gresik), Koridor 2 (Surabaya-Mojokerto), Koridor 3 (Mojokerto-Gresik), Koridor 4 (Gresik-Lamongan), dan Koridor 7 (Lamongan-Gresik/Paciran).
Meski tidak dipungut biaya, pengguna tetap diminta untuk mengikuti aturan tertib berlalu lintas dan menjaga fasilitas umum selama menggunakan layanan ini.
Dengan adanya tarif gratis di momen peringatan Hari Santri, diharapkan semakin banyak warga yang mencoba dan merasakan langsung kenyamanan layanan Trans Jatim.
Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober sebagai bentuk penghormatan terhadap resolusi jihad yang dikeluarkan oleh KH Hasyim Asy’ari pada tahun 1945. Momentum ini menjadi pengingat kontribusi besar kalangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta membangun karakter bangsa. (fyi/ian)






