Surabaya (beritajatim.com) – Pasar emas dalam negeri mencatat tren positif pada Sabtu (18/10/2025). Berdasarkan data resmi dari laman Sahabat Pegadaian, seluruh jenis logam mulia yang diperdagangkan — mulai dari Antam, UBS, hingga Galeri 24 — kompak mengalami kenaikan harga. Pergerakan ini mencerminkan penguatan nilai emas di pasar global yang turut berimbas pada harga jual di Indonesia.
Harga emas Antam hari ini tercatat mencapai Rp2.734.000 per gram. Jenis ini dikenal memiliki tingkat kemurnian tinggi, yakni 99,99 persen, serta sertifikat resmi dari PT Aneka Tambang Tbk yang diakui secara internasional. Kondisi tersebut membuat Antam menjadi pilihan utama bagi investor jangka panjang yang mengutamakan keaslian dan kemudahan dalam proses jual-beli.
Sementara itu, emas UBS diperdagangkan pada level Rp2.545.000 per gram, dan Galeri 24 berada di posisi Rp2.512.000 per gram. Kenaikan serentak di ketiga jenis emas tersebut menjadi sinyal bahwa minat investor terhadap logam mulia masih tinggi, terutama menjelang akhir pekan yang kerap menjadi momentum pembelian.
Sebagai pembanding, harga emas di platform digital Lakuemas berada pada kisaran yang lebih rendah. Berdasarkan data terbaru, harga beli emas di Lakuemas mencapai Rp2.322.000 per gram, sedangkan harga jualnya berada di posisi Rp2.265.000 per gram. Perbedaan harga antarplatform seperti ini lazim terjadi karena faktor biaya layanan, mekanisme transaksi, serta metode penentuan harga yang digunakan masing-masing penyedia.
Dari data yang dirilis Aneka Logam per 17 Oktober 2025, harga jual emas tercatat sebesar Rp3.350.000 per gram, dengan harga beli di level Rp3.000.000 per gram. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Pegadaian maupun Lakuemas, karena Aneka Logam lebih berfokus pada penjualan logam mulia berbentuk perhiasan dan produk custom.
Secara keseluruhan, tren kenaikan harga emas ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal, seperti pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat, situasi geopolitik global, serta meningkatnya permintaan pasar menjelang akhir tahun. Dalam kondisi ekonomi yang fluktuatif, emas tetap menjadi pilihan investasi favorit berkat kemampuannya menjaga nilai di tengah ketidakpastian ekonomi dan inflasi yang terus bergerak. [mnd/beq]






