Pamekasan (beritajatim.com) – Rencana pembangunan gedung baru Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, di Eks Gelanggang olahraga (GOR) Nyalaran, Kowel, Pamekasan. Ditaksir membutuhkan anggaran sebesar Rp 60 hingga Rp 80 miliar.
Rencana pembangunan gedung baru tersebut merupakan inisiasi dari jajaran anggota legislatif, dan mulai menemukan titik temu seiring dengan adanya penandatanganan peraturan daerah (perda) tentang pembangunan gedung wakil rakyat di wilayah setempat.
Terlebih selama ini, para wakil rakyat masih menempati kantor milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, di Jl Kabupaten 107 Pamekasan. Sekaligus menjadi satu-satunya daerah yang belum memiliki kantor DPRD permanen.
“Perencanaan pembangunan gedung ini sudah kita lakukan pada tahun (2025) ini, apalagi satu-satunya DPRD yang tidak punya kantor se Indonesia, yaitu Pamekasan,” kata Ketua DPRD Pamekasan, Ali Masykur, Kamis (9/10/2025).
Bahkan rencana tersebut juga mulai memasuki tahapan proses Detail Engineering Design (DED). “Jika perencanaan dimulai tahun ini, maka proses pekerjaan bisa dimulai tahun depan. Hanya saja untuk proses pembangunan sangat tidak mungkin menggunakan alokasi melalui APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), kecuali melalui APBN (anggaran pusat,” ungkapnya.
Terlebih lokasi GOR Nyalaran yang disepakati sebagai titik pembangunan, juga masih terdapat beberapa kekurangan, di antaranya luas lahan. “Saat ini area GOR Nyalaran masih kurang sekitar seribu meter, tapi bisa kita siasati dengan pembebasan lahan, apalagi status tanah di samping GOR itu tanah kas desa,” jelasnya.
“Untuk estimasi anggaran saat ini masih belum ditentukan, karena kita masih fokus pada DED dan kebutuhan konsultan. Kalau melihat pembangunan Gedung DPRD di Sumenep yang didanai APBN, dana yang dibutuhkan sekitar Rp 60 hingga Rp 80 miliar,” pungkasnya. [pin/ted]






