Hong Kong (beritajatim.com) – M+ dikenal sebagai museum budaya visual kontemporer global pertama di Asia. Lembaga ini hadir dengan misi menampilkan kekayaan budaya visual dari perspektif yang melintasi batas regional, menjadikannya salah satu pusat kebudayaan paling berpengaruh di dunia.
Sejak resmi dibuka pada 2021, museum ini telah menarik lebih dari 9,5 juta pengunjung dari berbagai belahan dunia.
Menurut Shirley Surya, Curator Design and Architecture M+, museum ini memiliki empat koleksi permanen yang tidak hanya berakar di Asia, tetapi juga dikembangkan dan dikaji dari sudut pandang global.
“Secara keseluruhan, koleksi ini menjadi tulang punggung institusi kami dan akan terus berkembang untuk generasi mendatang,” jelasnya.
M+ memamerkan perkembangan budaya visual sejak era 1950-an hingga masa kini, sebuah pendekatan yang jarang dilakukan oleh lembaga kebudayaan lainnya.
Melalui pameran lintas disiplin, pengunjung dapat merasakan pengalaman multi-dimensi yang menggabungkan seni visual, desain, arsitektur, gambar bergerak, serta budaya visual khas Hong Kong.
Empat Koleksi Utama M+ Museum
The M+ Collection
Koleksi ini bersifat lintas disiplin, mencakup seni visual, desain, arsitektur, dan gambar bergerak. Karya-karya yang ditampilkan berasal dari Hong Kong, Tiongkok daratan, Asia, hingga kancah internasional. Koleksi ini memungkinkan pengunjung memahami bagaimana perkembangan budaya visual global disaring melalui relevansi posisi Hong Kong di dunia.
The M+ Sigg Collection
Dikenal sebagai salah satu koleksi seni kontemporer Tiongkok terbesar dan paling komprehensif di dunia. Koleksi ini memberikan gambaran menyeluruh tentang dinamika seni kontemporer Tiongkok yang berkembang pesat sejak beberapa dekade terakhir.
The M+ Library Special Collection
Fokus pada material cetak sebagai medium kreatif utama, koleksi ini menampilkan praktik seni alternatif dari abad ke-20 hingga abad ke-21.
The M+ Collection Archives
Arsip berharga yang menyimpan dokumen utama terkait proses kreatif para seniman dan kreator. Koleksi ini menjadi pintu masuk bagi publik untuk memahami lebih dalam perjalanan penciptaan sebuah karya seni.
Dengan visi global dan akar budaya Asia, M+ Museum terus memperkaya khazanah seni dan budaya visual dunia. Keberadaannya bukan hanya menjadi ikon Hong Kong, tetapi juga menegaskan posisi Asia dalam peta budaya internasional.
Apa koleksi atau kolaborasi terbaru M+ yang sedang dipamerkan?
Shirley Surya, Curator, Design and Architecture menambahkan M+: Dream Rooms: Environments by Women Artists 1950s–Now menampilkan dua belas instalasi lingkungan karya seniman perempuan pelopor dari Asia, Eropa, serta Amerika Utara dan Selatan, mulai dari 1950-an hingga sekarang.
Pameran ini juga mencakup tiga instalasi baru yang dipesan khusus dari seniman perempuan Asia. Karya-karya imersif dan multisensorial ini mengundang pengunjung untuk masuk dan berinteraksi dengan ruang, menegaskan bahwa seni dapat dialami dan dipahami melalui pikiran sekaligus tubuh.
M+, museum budaya visual kontemporer global pertama di Asia, kian menegaskan perannya sebagai pusat dialog budaya dan identitas Hong Kong di panggung internasional.

Suhanya Raffel, Museum Director M+, menjelaskan bahwa kehadiran M+ membawa perspektif baru bagi perkembangan seni di Asia.
“Sebagai museum global budaya visual kontemporer di Asia, M+ menceritakan kisah-kisah dari perspektif Asia. Kisah-kisah tersebut menyoroti seni kontemporer Asia yang belum sepenuhnya terwakili dalam museum-museum di Barat,” ungkapnya.
Lebih jauh, Raffel menekankan bahwa M+ memiliki koleksi seni kontemporer Tiongkok yang paling komprehensif. Menurutnya, koleksi tersebut menawarkan sudut pandang unik tentang perjalanan kebangkitan hingga transformasi seni kontemporer di Timur.
Dengan konsep yang inklusif, museum ini juga menjadi ruang pertemuan publik dengan seniman, kreator, dan talenta kreatif, sehingga aktif membentuk ulang lanskap budaya Hong Kong.
“Kami berupaya menghubungkan masyarakat dengan seniman dan talenta kreatif. Hal ini menjadikan M+ sebagai jembatan penting dalam pertukaran budaya,” jelas Raffel.
Selain menampilkan karya dari berbagai seniman Asia, M+ juga memperluas jejaringnya melalui kolaborasi internasional. Museum ini bekerja sama dengan institusi di Asia maupun mancanegara, sekaligus memperkuat suara seniman dan kurator lokal agar lebih terdengar di dunia internasional.
Kehadiran M+ bukan hanya sekadar museum, melainkan simbol posisi Hong Kong sebagai pusat budaya di Asia yang dinamis, inovatif, dan terus berkembang. (ted)






