Sumenep (beritajatim.com) – Pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi campak rubella secara massal di Kabupaten Sumenep ternyata belum mencapai target yang ditentukan. Dari sasaran 73.969 anak, yang sudah divaksin hingga batas akhir tercatat 81,3 persen.
“Target kami 95 persen. Ternyata sampai batas waktu yang ditentukan yakni 2 minggu pelaksanaan dan 1 minggu evaluasi sekaligus sweeping, target itu belum tercapai,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, Achmad Syamsuri, Selasa (16/9/2025).
Karena itulah, lanjut Syamsuri, berdasarkan hasil koordinasi dan evaluasi dengan Kementerian Kesehatan, WHO, Unicef, juga Universitas Airlangga, pelaksanaan ORI diperpanjang lagi selama 2 minggu.
“Pelaksanaan ORI di Sumenep diperpanjang sampai 27 September 2025, dengan harapan target capaian imunisasi campak bisa tercapai,” ujarnya.
Ia memaparkan, pasca perpanjangan waktu pelaksanaan ORI, pihaknya langsung melakukan beberapa langkah melibatkan berbagai ‘stake holder’.
“Kami mengikuti rapat koordinasi dan evaluasi bersama Pak Bupati. Beberapa pihak yang hadir diantaranya Kepala Desa. Kami menginginkan ada gerakan massif mengajak warga yang anaknya belum diimunisasi campak, bisa segera divaksin,” terangnya.
Ia menjelaskan, sebenarnya ada beberapa Puskesmas yang capaian vaksinasinya di atas 90 persen. Tetapi ada juga Puskesmas yang capaian vaksinasinya masih rendah, berkisar 40 persen.
“Ada 8 Puskesmas yang capaian vaksinasinya di atas 90 persen. Nah yang paling rendah capaiannya sekitar 40 persen. Ini tentu saja menjadi perhatian kami,” ujar Syamsuri.
Ia menjelaskan, untuk minggu pertama perpanjangan pelaksanaan ORI tersebut, pihaknya menghidupkan Posyandu untuk kegiatan imunisasi. Sedangkan di minggu kedua, akan dilakukan ‘sweeping’ atau penyisiran ke rumah-rumah warga.
“Mudah-mudahan di perpanjangan waktu ini, target capaian imunisasi campak bisa tercapai. Ini tentu saja butuh dukungan semua pihak,” pungkasnya.
Berdasarkan data di Dinkes P2KB, capaian vaksinasi campak hingga Senin (15/9/2025) sebanyak 83 persen atau 61.392 anak yang telah diimunisasi dari sasaran 73.969. [tem/suf]






