Sumenep (beritajatim.com) – Harga komoditas daging, baik daging sapi maupun daging ayam broiler di pasar tradisional Sumenep pekan ini melambung. Untuk harga daging sapi, pekan ini berkisar Rp 140.000 – 150.000 per kilogram. Padahal biasanya harga per kg Rp 125.000.
Demikian juga dengan daging ayam broiler. Harga pekan ini berkisar antara Ro 44.000 – 48.000 per kg. Padahal biasanya harga per kg Rp 38.000.
“Naiknya harga daging ini sebenarnya lebih dikarenakan tingginya permintaan konsumen. Sekarang ini kan bulan Maulid. Jadi banyak warga Sumenep yang menggelar Maulidan. Suguhannya daging. Ya daging ayam, ya daging sapi. Karena permintaan tinggi, hukum pasar berlaku,” kata Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, M. Ramli, Selasa (16/09/2025).
Ia meyakini, naiknya harga daging tersebut hanya bersifat sementara. Nanti apabila permintaan konsumen menurun, harga juga akan turun.
“Nanti setelah bulan Maulid, biasanya permintaan akan turun. Kalau permintaan turun, maka harga juga akan turun dan kembali normal,” ujarnya.
Namun untuk harga ayam kampung stabil Rp 80.000 per ekor. Sedangkan untuk telur ayam ras justru mengalami penurunan warga. Pekan lalu harganya Rp 29.000 per kg, pekan ini turun menjadi Rp 28.000 per kg. Untuk harga telur ayam kampung stabil Rp 48.000 per kg.
Sementara untuk harga komoditas lain relatif stabil. Harga cabai merah pekan ini Rp 30.000 per kg. Sedangkan cabai rawit stabil di harga Rp 24.000 per kg. Harga bawang merah sekarang Rp 35.000 per kg, dan bawang putih stabil Rp 30.000 per kg.
Sedangkan harga minyak goreng juga tidak mengalami perubahan. Minyak goreng curah tetap Rp 19.000 per kg. Sedangkan Minyakita Rp 16.500 per botol, dan minyak goreng premium kemasan 2 liter Rp 39.000. Untuk harga gula pasir Rp 17.000 per kg.
Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Sumenep secara rutin melakukan pemantauan harga sembako di Pasar Anom baru sebagai pasar induk, dan Pasar Bangkal sebagai pembanding. [tem/aje]






