Gresik (beritajatim.com)- Perusahaan properti skala nasional PT Dharma Graha Utama (DGU) mengincar sektor pangan dan kesehatan sebagai penetrasi bisnisnya. Dipilihnya dua sektor tersebut karena potensinya sangat menjanjikan untuk kedepannya.
Owner PT DGU Bambang Haryo Soekartono mengatakan, kedepan sektor pangan cukup bagus. Terlebih lagi, perusahannnya punya lahan di Trawas Pasuruan dan Madura serta Cirebon.
“Semua yang mengandung unsur pangan potensinya sangat besar. Hampir sebagian besar konglomerat lari kesini dan akan menjadi kebutuhan pasar global,” katanya di sela-sela HUT PT DGU ke 12 di Gresik, Rabu (10/9/2025).
Anggota DPR RI Komisi VII ini menambahkan, sektor pangan bakal menjadi ujung tombak. Tidak hanya di skala nasional tapi juga pasar global. Atas dasar ini DGU serius mengembangkan bisnis pangan.
“Paling tidak kami bisa mengisi pasar bisnis pangan meskipun awalnya perusahaan kami fokus pada bisnis maritim dan properti,” imbuhnya.
Khusus di Kota Gresik lanjut dia, wilayah yang potensial. Dalam waktu dekat akan membangun rumah sakit. Bersamaan dengan ini ground breaking pembangunan rumah sakit sudah dilakukan di Wiyung Surabaya. Setelah itu baru di Gresik.
“Potensi bisnis di Gresik luar biasa dengan populasi 2 jutaan. Ditambah banyaknya industri skala besar menjadi konsentrasi bisnis kami kedepannya,” ungkapnya.
Sementara Dirut PT Dharma Graha Utama Erwin H.Poedjono menuturkan, dengan bertambahnya usia dalam situasi apapun harus tetap survive serta terus berinovasi.
“Dari inovasi itu akhirnya ditemukan ada pasar yang belum tergarap. Sebagai perusahaan properti dan jasa. Kami terus meningkatkan pelayanan serta menjadi pusat komunitas baik itu di Gresik maupun Lombok Barat,” tuturnya.
Sebagai informasi PT Dharma Graha Utama memiliki bisnis properti seperti Gressmall, Aston Hotel & conference di Kota Gresik serta Aruna Senggigi Resort & convention Lombok Barat. (dny/ted)






