Madiun (beritajatim.com) – UMKM Sambel Pecel Srikandi yang dirintis oleh Sri Suwartini Titin mencatat langkah baru dalam memperluas jangkauan usahanya. Melalui pendampingan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Kampus Madiun, usaha kuliner khas Madiun ini resmi meluncurkan media sosial dengan konten berbasis storinomik.Peluncuran ini dilaksanakan di Rumah Produksi Sambel Pecel Srikandi, Jl. Darma Manis II no 14 Kota Madiun, Jumat (5/9/2025).
Ketua tim PKM, Dr. Ardi Wina Saputra, M.Pd., menegaskan bahwa pendekatan storinomik bukan sekadar strategi pemasaran, melainkan juga bentuk gastrodiplomasi. “Storinomik Sambel Pecel Srikandi merupakan upaya gastrodiplomasi kuliner nusantara, khususnya sambel pecel, agar bisa dikenal hingga ke kancah internasional,” ujarnya.
Kegiatan peluncuran ini dikemas secara edukatif dan informatif. Gelar wicara menghadirkan Ir. Vinsensius Widdy Tri Prasetyo, S.T., M.M., IPM. yang menelisik sejarah, makna, dan potensi sambel pecel Madiun. Vinsen menegaskan bahwa Madiun sudah lama dikenal sebagai Kota Pecel dan saatnya sambel pecel yang melekat pada jati diri warga Madiun diinovasikan ke dalam berbagai rupa rasa. “Permen sambel misalnya, bisa menjadi salah satu produk turunan yang unik,” sarannya.
Berlanjut pada sesi lokakarya pemasaran digital, Ketua Program Studi Bahasa Inggris UKWMS, Priska Meilasari, S.S., M.Hum., memaparkan strategi memanfaatkan media sosial untuk mengenalkan produk kuliner hingga pasar global. Ia menekankan bahwa menggabungkan narasi dalam kegiatan ekonomi merupakan strategi soft selling yang tidak hanya menjual produk, tetapi juga menyampaikan makna. “Mengemas cerita akan memberi kedekatan emosional bagi audiens,” tandasnya.
Sesi terakhir diisi oleh Sri Suwartini Titin yang berbagi pengalaman merintis UMKM hingga berani melangkah ke ranah digital. Bagi dirinya, peluncuran ini menjadi awal baru agar Sambel Pecel Srikandi lebih dikenal luas, terutama dengan dukungan generasi muda dalam memanfaatkan platform media sosial.
Peserta acara mayoritas merupakan ibu-ibu yang tinggal di Jl. Darma Manis, Perumahan Manisrejo I, Kota Madiun. Kehadiran mereka menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pengembangan kuliner khas daerah. “Acara ini membuat ibu-ibu termotivasi untuk menjadikan wilayah mereka sebagai sentra sambel pecel dan mengoptimalkan media sosial generasi muda untuk mempromosikan kuliner khas Madiun,” tegas Sri Suwartini Titin.
Menutup kegiatan, Ardi selaku ketua tim PKM menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) yang telah memberikan kesempatan untuk melaksanakan program PKM tahun 2025. Ia juga berterima kasih kepada Sri Suwartini Titin yang bersedia bermitra dengan tim PKM UKWMS dan berani menyentuh ranah digital dalam strategi pemasarannya.
Peluncuran storinomik ini diharapkan menjadi pintu baru bagi Sambel Pecel Srikandi untuk menembus pasar yang lebih luas, sekaligus memperkuat citra Madiun sebagai Kota Pecel yang siap dikenal dunia. [fiq/beq]






