Pasuruan (beritajatim.com) – Pasuruan merupakan daerah penghasil air yang melimpah, hal ini dikarenakan Pasuruan diapit dengan beberapa gunung. Namun ini berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan.
Justru wilayah-wilayah disekitar pegunungan tak merasakan kenikmatan air bersih yang melimpah. Di Kabupaten Pasuruaneperti ada beberapa lokasi yang sering mengalami kekeringan seperti di wilayah Kecamatan Gempol, Kejayan, Lumbang dan beberapa daerah lainnya.
Menurut data di lapangan hal ini dikarenakan banyaknya pengeboran air bawah tanah (ABT) yang ugal-ugalan di daerah tersebut. Hal ini kemudian menjadi sorotan Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo.
Mas Rusdi sapaan akrabnya mengatakan bahwa pihaknya akan bekejasama dengan pemerintah provinsi dalam memberantas ABT ilegal. “Kami akan cek itu, jika memang ada yang ilegal kami akan berkoordinasi dengan APH untuk menindaknya, atau bahkan dilakukan penutupan,” kata Mas Rusdi.
Mas Rusdi juga mengatakan bahwa kekeringan di Kabupaten Pasuruan terus terjadi setiap tahunnya. Mengatasi kekeringan ini sendiri juga masuk dalam 33 program prioritas Bupati Pasuruan.
Meski nantinya akan dilakukan penindakan, Mas Rusdi juga membeberkan beberapa kendala dilapangan. Menurutnya saat ini petugas yang ada dilapangan sangat minim sehingga sulit untuk memetakannya.
“Kendalanya memang petugas yang ada dilapangan sangat minim, sehingga kami juga menghimbau kepada masyarakat jika memang ada ABT yang tidak berijin silahkan dilaporkan. Jadi semua ABT yang ada di Kabupaten Pasuruan harus berijin,” tutupnya. (ada/ted)






