Tuban (beritajatim.com) – Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Tuban menggelar aksi di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban menuntut persoalan alokasi pupuk subsidi bagi petani, Kamis (21/08/2025).
Ketua PC PMII Tuban, Ahmad Wafa Amrillah mengatakan bahwa petani di Kabupaten Tuban kesulitan mendapatkan pupuk subsidi, sehingga hal ini sangat merugikan petani. Mengingat, alokasi pupuk di Jawa Timur ini sangat tinggi.
“Melihat kasus yang mencolok tersebut, petani kesulitan mendapatkan pupuk,” ujar Ahmad Wafa Amrillah.
Sebelum menggelar aksi juga, pria yang akrab disapa Wafa ini sudah bertanya kepada Kelompok Tani (Poktan) yang sudah mendapatkan pupuk subsidi pada tahun kemarin secara alokasi mendapatkan 4 truk perbulan sekali.
“Sedangkan, tahun ini perbulannya hanya mendapatkan alokasi 1 truk,” terang Wafa.
Bahkan, tahun sebelumnya, menurut Wafa, alokasi pupuk jika dihitung satu tahun bisa 48 truk. Sementara tahun 2025 dari bulan Januari hingga Agustus 2025 baru mendapatkan alokasi pupuk sebanyak 8 truk.
“Kami sangat menyayangkan hal itu dan kami minta ada ketegasan dari Pemerintah Kabupaten Tuban,” tambahnya.
Selain itu, pihaknya juga akan terus melakukan pendataan daerah mana saja yang belum dialokasikan pupuk subsidi, mulai dari desa atau Kecamatan yang ada di Kabupaten Tuban.
“Kami akan terus update data ini dan memastikan pupuk terdistribusi dengan baik kepada petani, agar tidak lagi kesulitan,” pungkasnya. [dya/ian]






