Malang (beritajatim.com) – Berkarir di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi impian banyak lulusan baru. Namun, persaingan yang ketat seringkali menjadi tantangan besar.
Dalam acara “Talk Show Alumni: ABM Tembus BUMN” yang digelar di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkuçeçwara pada Rabu (20/8/2025), dua alumni sukses membagikan resep jitu mereka, membuktikan bahwa nilai akademis saja tidak cukup.
Kisah inspiratif datang dari Jaddid Hayataka Nawa, alumni tahun 2018 yang kini berkarir di PT Pelni (Persero). Jaddid membocorkan bahwa perjalanannya tidak instan. Kunci utama yang membuatnya lolos serangkaian tes BUMN adalah doa orang tua dan mental yang tak pernah berhenti belajar dari setiap kegagalan.
“Yang paling mendasar yang bisa bikin saya lolos diterima itu adalah doa, terutama dari orang tua dan dosen. Selain itu, saya tidak pernah berhenti belajar dari banyak rekrutmen yang saya lalui. Mental saya semakin terlatih,” ungkap Jaddid.
Selain persiapan mental dan spiritual, Jaddid menyoroti peran krusial sebuah “senjata rahasia” dari kampus yang dulu dikenal sebagai Akademi Bank Malang (ABM) ini: Career Development Center (CDC). Sebelum diterima di Pelni, Jaddid mendapatkan dua pekerjaan pertamanya di bidang keuangan melalui informasi akurat dari CDC.
“Peran CDC dalam karir saya sangat besar. Dua tempat kerja saya sebelumnya, saya dapatkan infonya dari CDC. Informasi mereka sangat akurat dan update, ini sangat membantu mahasiswa yang baru lulus,” jelasnya.
Ketua CDC STIE Malangkuçeçwara, Rina Irawati, SE., MM, mengonfirmasi komitmen lembaganya. “Kami rutin tiga kali seminggu mengupdate informasi lowongan pekerjaan melalui grup WhatsApp alumni, Instagram, dan website. Kami juga rutin menggelar campus hiring dengan lebih dari 20 perusahaan yang menjadi mitra,” kata Rina.

Pesan senada datang dari alumni senior, Ferry Andrianto (angkatan 1992), yang kini menjabat sebagai salah satu Komisaris di BUMN. Ia menekankan pentingnya menjadi mahasiswa yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman, tidak hanya unggul secara akademis.
Wakil Ketua III bidang Kemahasiswaan, Dr. Drs. Kadarusman Ak., MM., CA., menjelaskan tujuan acara ini adalah untuk memberikan motivasi dan gambaran nyata bagi mahasiswa.
“Kami mendatangkan alumni agar mahasiswa tahu apa yang harus dipersiapkan, baik dari sisi administratif, tes, maupun soft skill selama kuliah. Kami juga mengundang dosen agar kurikulum bisa terus disesuaikan dengan tuntutan dunia kerja,” ujar Dr. Kadarusman.
Jaddid menambahkan, ilmu yang didapat di bangku kuliah, terutama dasar-dasar seperti penjurnalan, sangat aplikatif. Namun, pengalaman di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) juga tak kalah penting untuk melatih cara berpendapat, koordinasi, dan memahami birokrasi, kemampuan yang sangat berguna di dunia profesional. (dan/ted)






