Ponorogo (beritajatim.com) – Ada yang istimewa saat Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, atau akrab disapa Gus Ipul, mengunjungi Sekolah Rakyat terintegrasi 5 di Kabupaten Ponorogo.
Bukan hanya karena kehadiran para siswa dan orang tua yang menyambut hangat, tapi juga karena satu pernyataan penting: Trilogi Sekolah Rakyat, tiga pilar dasar yang menjadi jiwa dari program pendidikan gagasan Presiden Prabowo Subianto.
“Ada tiga hal untuk memahami Sekolah Rakyat gagasan Presiden Prabowo. Kepala sekolah, tenaga kependidikan hingga pemangku kepentingan termasuk bupati harus memahami Trilogi Sekolah Rakyat. Sehingga nantinya akan menjadi penyemangat dalam penyelenggaraan SR,” kata Gus Ipul di hadapan yang hadir, termasuk Bupati Ponorogo di Sekolah Rakyat Terintegrasi 5, Senin (4/8/2025).
Trilogi yang dimaksud Gus Ipul bukan sekadar jargon. Dia menyebutkan secara rinci tiga fondasi yang menjadi penopang Sekolah Rakyat. Yakni : Memuliakan Wong Cilik, Menjangkau yang Belum Terjangkau dan Memungkinkan yang Tidak Mungkin. Ketiganya, menurut Gus Ipul, bukan sekadar slogan, melainkan bentuk konkret komitmen negara dalam menjamin hak pendidikan bagi semua warga, terutama kalangan kurang mampu.
“Menumbuhkan percaya diri bahwa mereka setara dan berdaya. Semua difasilitasi oleh negara, dalam hal ini Sekolah Rakyat untuk anak-anak keluarga miskin dan miskin ekstrem,” jelas mantan Wakil Gubernur Jawa Timur tersebut.
Filosofi menjangkau yang belum terjangkau, lanjut Gus Ipul, bertujuan menyentuh lapisan paling bawah dalam masyarakat. Yakni mereka yang selama ini luput dari proses pembangunan dan tertinggal secara sosial maupun ekonomi. Sekolah Rakyat hadir sebagai jembatan penghubung antara mimpi dan realitas.
Tak kalah penting adalah semangat memungkinkan yang tidak mungkin. Gus Ipul menyebutkan, bahwa Sekolah Rakyat membuka jalan baru bagi anak-anak yang sebelumnya tidak memiliki harapan untuk bisa mengenyam pendidikan layak, karena kondisi ekonomi keluarganya.
“Mungkin selama ini ada anak yang putus harapan, karena orangtuanya tidak mampu. Lewat SR ini, membuka kemungkinan-kemungkinan yang tidak mungkin, memungkinkan yang tidak mungkin dan melahirkan pemungkin-pemungkin,” tegasnya dengan nada optimistis.
Kunjungan Gus Ipul ini sekaligus mempertegas bahwa program Sekolah Rakyat bukan proyek biasa. Ini adalah sebuah pendekatan baru dalam pendidikan, berbasis keadilan sosial, yang menempatkan rakyat kecil sebagai subjek utama. Trilogi Sekolah Rakyat kini menjadi ruh yang menggerakkan roda transformasi pendidikan di Ponorogo dan daerah-daerah lain di Indonesia.
Dengan konsep yang inklusif, holistik, dan berorientasi pada keadilan sosial, Sekolah Rakyat diyakini akan melahirkan generasi “pemungkin”, yakni mereka yang kelak mematahkan rantai kemiskinan dan keterbatasan melalui jalur pendidikan. (end/ted)






