Surabaya (beritajatim.com) – Fenomena pengibaran bendera bajak laut Jolly Roger dari anime One Piece menjelang HUT ke-80 RI turut berdampak pada meningkatnya penjualan atribut bertema anime di Surabaya dan sekitarnya. Tak hanya bendera merah putih dan umbul-umbul kemerdekaan, para pedagang pernak-pernik juga kebanjiran pesanan kaos dan ornamen bertema One Piece.
Darminto, salah satu penjual asal Tuban yang biasanya menjajakan pernak-pernik kemerdekaan, mengaku permintaan terhadap produk bergambar karakter anime melonjak tajam. “Saya memang jualan untuk para penggemar anime kartun One Piece, tetapi sejak viral bendera bajak laut Topi Jerami banyak permintaannya,” ujar Darminto, Senin (4/8/2025).
Menurut Darminto, bendera bajak laut Topi Jerami yang dijualnya dipasarkan dengan harga Rp40 ribu hingga Rp50 ribu. Pesanan umumnya datang melalui toko daring, sehingga ia harus berkali-kali mencetak ulang karena permintaan yang membeludak. “Kebanyakan pembelian lewat online, jadi kami harus berulang kali cetak karena pemesanan banyak sekali,” jelasnya.
Menariknya, Darminto mengaku tidak mengetahui jika bendera bajak laut tersebut dijadikan simbol protes sosial. “Karena memang saya biasanya melayani permintaan dari para pecinta anime kartun One Piece, karena saya ya juga jualan kaos bergambar anime,” imbuhnya.
Lonjakan permintaan terhadap atribut One Piece ini terjadi di tengah sorotan publik atas pengibaran bendera Jolly Roger di beberapa rumah dan kendaraan warga. Simbol tengkorak bertopi jerami itu dianggap sebagian pihak sebagai bentuk kritik terhadap kondisi sosial dan politik yang terjadi di Indonesia.
Beberapa anggota DPR RI pun menyoroti fenomena ini karena dinilai menyiratkan ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah. Di dunia fiktif One Piece, bendera Jolly Roger merepresentasikan perjuangan kelompok bajak laut melawan penindasan dan ketidakadilan yang dilakukan oleh otoritas dunia. [way/beq]






