Bondowoso (beritajatim.com) – Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, memaparkan sejumlah langkah yang menurutnya menjadi solusi Presiden Prabowo Subianto dalam mengatasi persoalan ekonomi nasional.
Dalam sambutannya di Musyawarah Nasional Majelis Alumni IPNU di Pendopo RBA Ki Ronggo, Bondowoso, Sabtu (2/8/2025), Zulhas menekankan bahwa Presiden Prabowo tidak hanya memahami persoalan fundamental ekonomi Indonesia, tetapi juga menawarkan pendekatan solusi yang holistik dan terarah.
Zulhas menyebut, setelah lebih dari dua dekade reformasi, Indonesia masih terjebak dalam persoalan yang sama: politik yang saling menjatuhkan, pengusaha besar yang enggan go internasional, ketimpangan akses ekonomi, dan pendidikan yang hanya mencetak pencari kerja. “Pak Prabowo itu bukan hanya tahu masalah, tapi juga tahu solusinya,” tegas Zulhas di hadapan para peserta.
Berikut empat poin utama solusi ekonomi ala Presiden Prabowo, menurut penuturan Zulhas:
1. Politik Bersatu, Bukan Bertengkar
Zulhas menyebut bahwa Presiden Prabowo mendorong persatuan nasional sebagai fondasi kebangkitan ekonomi. Di tengah kompetisi geopolitik dan ketegangan antarnegara seperti di Timur Tengah, Asia Selatan, dan Eropa, Indonesia justru harus memperkuat konsolidasi politik dalam negeri.
“Presiden itu datang ke ketua-ketua partai, ingin kita bersatu. Beliau bilang: sudahlah jangan bertengkar. Seperti NU dan Muhammadiyah, apa sih bedanya? Semua partai juga sarana perjuangan,” ujar Zulhas.
2. Dorong Konglomerat ‘Bertempur’ di Pasar Global
Menurut Zulhas, Prabowo mengingatkan para konglomerat untuk tidak lagi memonopoli sumber daya di dalam negeri. Sebaliknya, mereka didorong untuk bersaing di pasar global.
“Pak Presiden bilang: konglomerat kamu sudah cukup. Sekarang bertempurlah ke luar. Pemerintah akan dukung. Jangan serakah. Biarkan lahan-lahan dikelola rakyat. Rakyat gak punya lahan,” ujar Zulhas.
Langkah ini, menurutnya, penting untuk membuka ruang ekonomi bagi rakyat kecil dan menekan dominasi segelintir pengusaha atas sektor-sektor vital.
3. Transformasi dari Sedekah ke Pemberdayaan
Zulhas menegaskan bahwa Presiden Prabowo ingin mengakhiri praktik bantuan instan yang tidak produktif. Ia menilai, politik “sedekah” seperti pembagian sembako atau bantuan tunai harus diganti dengan pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan. “Tidak boleh lagi sedekah. Harus pemberdayaan. Rakyat harus berdiri di kakinya sendiri,” katanya.
Sebagai bentuk nyata dari pendekatan ini, Prabowo menjadikan sektor pertanian sebagai prioritas, guna mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
4. Koperasi Merah Putih dan Kopdes sebagai Basis Ekonomi Rakyat
Zulhas juga memaparkan inisiatif Prabowo untuk memperkuat ekonomi desa melalui pembentukan Koperasi Merah Putih dan Kopdes (Koperasi Desa). Ia menegaskan bahwa koperasi ini berbeda dengan KUD lama yang kerap hanya menjadi kendaraan untuk menyerap dana APBN dan berakhir gagal.
“Kalau koperasi berarti bagi-bagi duit? Enggak. Ini tidak pakai APBN sama sekali. Kita pikirkan bisnis model yang langgeng, bisa terus berlangsung,” jelasnya.
Prabowo, lanjut Zulhas, ingin setiap desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang dikelola rakyat sendiri. Model ini diharapkan dapat menciptakan rakyat yang produktif, kreatif, dan mandiri.
5. Reformasi Pendidikan: Cetak Pencipta Lapangan Kerja
Di sektor pendidikan, Zulhas menyoroti bahwa sistem Indonesia masih terlalu fokus pada mencetak pencari kerja. Padahal, di negara-negara maju, pendidikan diarahkan untuk mencetak wirausaha dan pencipta lapangan kerja. “Mereka orientasinya menciptakan lapangan kerja, bukan minta kerja,” ujarnya.
Reformasi pendidikan yang lebih berorientasi pada kewirausahaan dan inovasi, menurutnya, juga menjadi bagian dari strategi Prabowo membangun ekonomi nasional dari bawah.
Menutup Ketimpangan Ekonomi Struktural
Zulhas juga mengungkapkan keprihatinannya bahwa ekonomi nasional terlalu dikendalikan oleh segelintir elite. “Minum teh manis saja diatur 2-3 orang. Tempe tahu, roti, mie, telur ayam pun diatur 1-2 orang. Rakyat Indonesia 280 juta masak terus begitu?” ujarnya.
Langkah-langkah yang dijalankan Presiden Prabowo, menurut Zulhas, adalah upaya sistematis untuk memutus lingkaran konsentrasi kekayaan dan menciptakan pemerataan ekonomi melalui pemberdayaan dan produksi rakyat. (awi/kun)






