Mojokerto (beritajatim.com) – Harga sejumlah bahan pokok di Kabupaten Mojokerto menunjukkan fluktuasi pada akhir Juli 2025. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto mencatat, sejumlah komoditas penting mengalami kenaikan, sementara beberapa lainnya justru menurun cukup tajam.
Plt Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto, Iwan Abdillah, menjelaskan bahwa dinamika harga merupakan hal yang wajar dan dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari distribusi, cuaca, hingga permintaan pasar. Pihaknya terus memantau dan memastikan bahwa ketersediaan barang di pasar tetap stabil.
“Walau harga beberapa komoditas naik, namun ada pula yang menurun cukup signifikan. Bawang merah menjadi komoditas dengan lonjakan tertinggi pekan ini, yakni sebesar 4,94 persen menjadi R 41.815/kg. Selain itu, kenaikan juga terjadi pada jeruk lokal Rp16.194/kg (+2,32 persen),” ungkapnya, Jumat (25/7/2025).
Gula lokal Rp16.580/kg (+1,57 persen), bawang putih Rp30.695/kg (+1,16 persen), beras IR.64 Medium Rp13.054/kg (+0,76 persen). Kenaikan harga ini, menurutnya dipicu oleh pasokan yang mulai tersendat dari petani, terutama karena faktor cuaca dan distribusi antar daerah.
“Di sisi lain, cabai rawit mengalami penurunan harga paling mencolok, yakni turun 17,14 persen menjadi Rp44.793/kg. Komoditas lain yang juga mengalami penurunan antara lain, minyak goreng curah Rp17.974/kg (-1,46 persen), minyak goreng Bimoli 1L Rp20.356 (-1,14 persen),” katanya.
Daging sapi murni Rp103.868/kg (-0,92 persen) dan daging ayam kampung: Rp 67.518/kg (-0,59 persen). Menurutnya, penurunan harga ini didorong oleh peningkatan pasokan dari daerah produksi serta stabilnya distribusi barang.
“Cabai sempat mahal beberapa pekan lalu, sekarang petani sudah bisa panen besar dan pasokannya cukup lancar. Kami bersama DPMD dan Dispari terus memaksimalkan platform Sinergi Smart untuk mendukung keterbukaan informasi harga pasar. Masyarakat dapat memantau perubahan harga secara langsung melalui aplikasi tersebut,” tegasnya.
Sehingga pihaknya berharap masyarakat bisa merencanakan belanja secara bijak berdasarkan data yang akurat. Informasi harga tersebut merupakan hasil pemantauan langsung di 20 pasar tradisional se-Kabupaten Mojokerto, yang diperbarui secara berkala untuk menjamin akurasi dan keandalan data. [tin/aje]






