Surabaya (beritajatim.com)— Pergerakan harga kebutuhan pokok di Jawa Timur kembali mengalami kenaikan. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat inflasi sebesar 0,43 persen secara bulanan (month-to-month/m-to-m) pada Juni 2025.
Kepala BPS Jawa Timur, Zulkipli, menjelaskan bahwa lonjakan harga disebabkan oleh kombinasi sejumlah faktor musiman dan nonmusiman. Di antaranya, berakhirnya panen raya, tingginya permintaan menjelang Idul Adha, dan aksi unjuk rasa sopir truk ODOL (Over Dimension Over Load) yang menghambat distribusi barang.
“Faktor musiman seperti berakhirnya panen padi, Idul Adha, dan cuaca ekstrem yang mengganggu pasokan sayuran berdampak nyata terhadap kenaikan harga,” ujar Zulkipli melalui siaran resmi BPS, Sabtu (19/7/2025).
Beras dan Cabai Jadi Pendorong Inflasi
Menurut Zulkipli, beras menjadi komoditas utama penyumbang inflasi usai panen raya selesai. Selain itu, harga cabai rawit, tomat, dan bawang merah ikut melambung karena distribusi terganggu.
“Pasokan terganggu, permintaan meningkat. Ini kombinasi yang mendorong harga naik dalam waktu singkat,” tambahnya.
Selain gangguan pasokan akibat cuaca dan demo sopir truk ODOL, momen keagamaan seperti Idul Adha juga memicu lonjakan permintaan masyarakat terhadap kebutuhan pangan.
Transportasi Tekan Laju Inflasi
Di sisi lain, kelompok pengeluaran transportasi justru mengalami deflasi sebesar 0,04 persen. Hal ini disebabkan oleh penurunan harga bensin serta diskon tarif kereta api yang meringankan beban pengeluaran masyarakat.
“Transportasi unik. Satu sisi distribusinya terganggu, tapi sisi konsumen justru menikmati tarif lebih murah,” jelas Zulkipli.
Kabupaten Banyuwangi Catat Inflasi Tertinggi
Beberapa daerah di Jawa Timur mencatat inflasi berbeda-beda. Banyuwangi menjadi daerah dengan inflasi tertinggi, yakni 0,63 persen, disusul Sumenep (0,62 persen) dan Bojonegoro (0,57 persen). Sementara itu, Tulungagung mencatat inflasi terendah dengan hanya 0,30 persen.
Dengan adanya kenaikan ini, Indeks Harga Konsumen (IHK) Jawa Timur meningkat menjadi 108,52, dari sebelumnya 108,06 pada Mei 2025.
Secara nasional, BPS mencatat bahwa 26 dari 38 provinsi mengalami inflasi selama Juni 2025.
Inflasi Semester I 2025 Masih Terkendali
Secara akumulatif, inflasi tahun kalender (year-to-date) Jawa Timur hingga Juni 2025 tercatat sebesar 1,32 persen, sedangkan inflasi tahunan (year-on-year) berada di angka 2,02 persen.
“Inflasi Jatim masih dalam rentang aman, sesuai target nasional sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen,” tegas Zulkipli. [aje]






