Bondowoso (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, mengungkapkan optimisme pemerintah daerah dalam memaksimalkan potensi energi panas bumi di kawasan Ijen, khususnya melalui kerja sama dengan pihak swasta.
Menurutnya, peluang keuntungan yang bisa diperoleh daerah tidak sebatas dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tapi juga melalui kolaborasi strategis dengan berbagai pihak seperti PT Medco, Perhutani, dan PTPN.
“Beberapa waktu lalu kami sudah konsultasi dengan Direktur Panas Bumi di Kementerian ESDM, dan secara regulasi itu memungkinkan. Kita tidak hanya bertumpu pada APBD. Ada peluang lain yang bisa kita ambil,” ujarnya, Kamis (17/7/2025).
Sinung menyebutkan, dari kerja sama dengan Medco Power Indonesia, Bondowoso telah mendapatkan sharing profit mencapai Rp 1,7 miliar setiap tiga bulan, yang diberikan pada akhir tahun.
“Itu pun masih kecil, Pak. Karena target dari Medco sendiri sebesar 110 megawatt,” tegas legislator PDIP tersebut.
PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) Blawan Ijen Unit 1 sendiri sudah mulai beroperasi secara komersial sejak 9 Februari 2025.
Proyek ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 35 megawatt (MW) dan berdiri di atas lahan seluas 117 hektare.
Proyek strategis ini merupakan hasil kerja sama antara PT Medco Power Indonesia dan Ormat Technologies melalui entitas PT Medco Cahaya Geothermal.
Investasi yang digelontorkan dalam pembangunan PLTP ini tercatat mencapai Rp3,9 triliun, dengan perjanjian pembelian tenaga listrik (Power Purchase Agreement/PPA) sebesar 110 MW.
Energi listrik dari PLTP Blawan Ijen disalurkan ke Gardu Induk Banyuwangi sejauh 28 kilometer melalui jaringan transmisi 150 kV yang diperkuat dengan 83 menara transmisi.
Selain itu, infrastruktur proyek juga ditopang dengan 6 sumur produksi, 1 sumur injeksi, serta 2 sumur cadangan—masing-masing untuk produksi dan injeksi.
Dengan kapasitas penuh yang direncanakan ke depan, diharapkan potensi bagi hasil untuk daerah bisa meningkat signifikan. (awi/but)






