Gresik (beritajatim.com)- Raut wajah Rokayah (41) warga Kelurahan Kroman, Kecamatan Gresik, sumringah mendapat bantuan paket sembako yang dibagikan Petrokimia Gresik (PG). Anggota holding Pupuk Indonesia itu menyalurkan 12.500 paket sembako gratis di 8 desa maupun kelurahan di ring satu perusahaan.
“Lumayan bisa meringankan kebutuhan sehari-hari terutama minyak goreng,” ujar ibu satu anak ini, Rabu (16/7/2025).
Rokayah bercerita adanya sembako gratis ini kesekian kalinya disalurkan. Biasanya menjelang Hari Raya Idul Fitri. Bantuan sembako gratis banyak ditunggu oleh warga di tengah masih melambungnya harga sembako.
“Kami berharap Petrokimia Gresik semakin maju karena kontribusi untuk masyarakat semakin besar. Itu yang kami rasakan selama ini,” ungkapnya.
Adapun belasan ribu paket sembako yang disalurkan untuk masyarakat. Antara lain Kelurahan Kroman (sebanyak 1.388 paket), Karangpoh (1.019 paket), Karangturi (1.449 paket), Ngipik (582 paket), Sukorame (1.887 paket), Lumpur (2.025 paket), Tlogopojok (2.200 paket), dan Desa Roomo (1.950 paket).
Semua paket sembako tersebut, diserahkan ke warga melalui aparat kelurahan, atau desa masing-masing. Dengan demikian dapat terdistribusikan tepat sasaran dan tidak terjadi antrean.
Setiap paket sembako berisi beras 5 kilogram dan minyak goreng 1 liter dengan nilai Rp100 ribu.
Direktur Manajemen Risiko Petrokimia Gresik, Johanes Barus mengatakan, bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang ada di sekitar perusahaan mengingat saat ini setiap keluarga memiliki kebutuhan tambahan, dimana putra dan putrinya naik kelas maupun masuk sekolah.
“Nilainya memang tidak bisa memenuhi semua kebutuhan masyarakat, tapi bantuan ini dari niat baik serta senantiasa hadir di tengah masyarakat,” katanya.
Dari 12.500 paket sembako yang disalurkan lanjut dia, totalnya nilainya mencapai Rp 1,25 miliar sebagai bentuk dukungan masyarakat terhadap perusahaan yang sudah beroperasi setengah abad lebih.
“Kami berharap hubungan harmonis selama ini bisa terus ditingkatkan, demi kebaikan bersama,” pungkasnya. [dny/but]






