Orlando (beritajatim.com) – Beberapa pekan lalu, megabintang sekaligus kapten Al Nassr Cristiano Ronaldo sempat mengklaim bahwa Saudi Pro League (SPL) kini layak masuk 5 liga elite dunia.
Mengkudeta posisi Ligue 1. Keyakinan itu menguat pasca Al Hilal mengalahkan Manchester City pada 16 besar Piala Dunia Antarklub (1/7). Tetapi, empat hari berselang, semuanya berbalik 180 derajat.
Itu disebabkan oleh kekalahan 1-2 Al Hilal atas Fluminense pada perempat final dini hari tadi. Secara implisit, hasil laga yang dimainkan di Camping World Stadium, Orlando, itu mementahkan klaim Ronaldo.
Matheus Martinelli membuat Fluminense unggul via golnya di menit ke-40. Pada menit ke-51, Al Hilal menyamakan kedudukan via gol Marcos Leonardo. Gol Hercules (70′) memastikan kemenangan Fluminense.
“Kami memang tidak memiliki terlalu banyak peluang (3 tembakan tepat sasaran, Red). Tetapi, kami mampu memaksimalkannya (menjadi gol, Red). Semua pemain sangat menginginkan kemenangan ini dan berhasil mewujudkannya,” ujar pelatih Fluminense Renato Gaucho dilansir ESPN.
Keberhasilan Fluminense menyingkirkan Al Hilal bukan kebetulan di Piala Dunia Antarklub kali ini. Sebab, mereka telah membuktikan bahwa mereka juga layak dilabeli pembunuh raksasa.
Ya, di 16 besar Fluminense mengalahkan tim yang 2 dari 3 musim terakhir menjadi finalis Liga Champions, Inter Milan. Di fase grup, mereka juga tidak terkalahkan. Termasuk melawan tim Eropa lainnya, Borussia Dortmund.
Di semifinal, Fluminense sangat mungkin bakal kembali berhadapan dengan wakil Eropa. Mereka akan melawan pemenang dari laga antara Palmeiras dan Chelsea yang dilangsungkan pagi ini.
“Banyak yang meremehkan kami. Tetapi, di setiap laga, kami mampu membuktikan bahwa tim ini sangat tangguh,” ujar Martinelli. (dio/ted)






