Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Terbuka (UT) Surabaya menargetkan peningkatan signifikan jumlah mahasiswa baru melalui strategi pemerataan akses layanan pendidikan di daerah. Target tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) yang dipimpin langsung oleh Direktur UT Surabaya, Dr. Suparti, M.Pd., di Kantor UT MERR Rungkut, Selasa (17/6/2025).
Dalam Rakorda, Suparti menekankan pentingnya keberadaan Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) di seluruh daerah sebagai bagian dari upaya transformasi pelayanan akademik dan non-akademik. Setiap daerah diwajibkan memiliki SALUT yang mulai beroperasi penuh pada 2025.
“Sejak dulu, kami dikenal dengan nama pokjar atau kelompok belajar, namun kini kami bertransformasi menjadi SALUT, yang merupakan sentra layanan bagi mahasiswa di daerah,” ujar Suparti.
Ia menjelaskan bahwa SALUT akan dirancang seperti kantor mini yang dilengkapi dengan sekretariat, ruang kepala, ruang tamu, dan ruang layanan, agar mahasiswa yang mengalami kesulitan administrasi atau teknis dapat langsung dibantu di wilayah masing-masing.
Saat ini, UT Surabaya telah memiliki SALUT di 18 kabupaten/kota, dan tengah mengembangkan dua wilayah tambahan di Sampang dan Ngawi. Selain menjadi pusat layanan, SALUT juga akan dimanfaatkan sebagai sarana pemasaran aktif untuk memperkenalkan Universitas Terbuka kepada masyarakat.
“Kami akan berusaha untuk hadir di tempat-tempat ramai, seperti alun-alun, agar masyarakat mengenal UT dan layanan yang kami tawarkan,” jelas Suparti.
Suparti juga menyoroti tantangan yang dihadapi mahasiswa dalam mengikuti prosedur akademik berbasis digital. Ia menyadari masih banyak mahasiswa yang belum terbiasa dengan penggunaan teknologi.
“Kami menyadari bahwa tidak semua mahasiswa dapat mengikuti prosedur UT dengan mudah. Oleh karena itu, kami akan memberikan panduan yang jelas dan mudah diakses,” ungkapnya.
Tahun ini, UT Surabaya menargetkan penerimaan 41.000 mahasiswa, naik dari jumlah saat ini yang mencapai 37.000 orang. Secara nasional, UT mematok target hingga 750.000 mahasiswa.
“Kami sedang bekerja keras untuk mencapai target ini, dan semoga Allah memudahkan langkah kami,” pungkasnya.
Dengan strategi ekspansi layanan berbasis SALUT, UT Surabaya berupaya memperkuat peran pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh di Indonesia, sekaligus menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat dari berbagai wilayah. [ipl/beq]






