Surabaya (beritajatim.com) – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Perekonomian Rakyat Jatim (Perseroda) atau Bank UMKM Jatim resmi menetapkan Irwan Eka Wijaya Arsyad sebagai Direktur Utama terpilih, Senin (16/6/2025).
Penetapan dilakukan bersamaan dengan RUPS Tahunan yang digelar di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya dan dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak. Menurut Emil, pengangkatan Irwan dilakukan setelah melalui proses seleksi dan evaluasi menyeluruh dari dewan komisaris.
“Bapak Plt Dirut yang sudah menjabat selama satu tahun, setelah proses seleksi dan pembandingan dengan talent yang kami miliki, akhirnya ditetapkan menjadi Direktur Utama. Masih ada satu tahap lagi, yaitu fit and proper test dari OJK,” ujar Emil.
Emil juga menyoroti kinerja Bank UMKM Jatim selama kepemimpinan Irwan yang dinilai positif, terutama dalam hal peningkatan penyaluran kredit produktif untuk sektor UMKM. Ia menyebutkan bahwa kredit naik 10,65 persen sepanjang tahun 2024, dengan total penyaluran mencapai Rp2,88 triliun.
“Sebanyak 91,95 persen dari total kredit itu disalurkan ke sektor produktif, yang langsung menggerakkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Dalam RUPS Tahunan, Direktur Utama (Dirut) terpilih Bank UMKM Jatim, Irwan Eka Wijaya Arsyad melaporkan kinerja keuangan Bank UMKM Jatim tahun buku 2024 yang mencatatkan pertumbuhan aset, laba, kredit, dan Dana Pihak Ketiga (DPK). Aset bank mencapai Rp3,44 triliun, naik Rp 119,4 miliar dibanding tahun sebelumnya. DPK tercatat Rp2,73 triliun, terdiri dari tabungan Rp847,3 miliar dan deposito Rp1,88 triliun.
“Dengan fondasi keuangan yang kuat dan fokus pada digitalisasi serta pemberdayaan UMKM, kami optimistis bisa terus tumbuh berkelanjutan dan berkontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi Jawa Timur,” kata Irwan. Ia juga menegaskan bahwa mayoritas kredit Bank UMKM Jatim disalurkan untuk modal kerja dan investasi pelaku UMKM di berbagai daerah.
Laba sebelum pajak tahun 2024 tercatat Rp28,05 miliar. Berdasarkan hasil RUPS, 55 persen dari laba bersih akan dibagikan sebagai dividen kepada pemegang saham sesuai komposisi kepemilikan. Saat ini, sebanyak 14 persen saham Bank UMKM Jatim dimiliki oleh 20 pemerintah kabupaten/kota di Jawa Timur.
Komisaris Utama Bank UMKM Jatim, Ina Dewayanti, menambahkan bahwa Dewan Komisaris mendorong transformasi digital, efisiensi operasional, dan tata kelola perusahaan yang kuat. “Kami menekankan inovasi layanan seperti mobile banking, QRIS, serta perluasan basis nasabah melalui digitalisasi,” ucap Ina.
Bank UMKM Jatim saat ini memiliki 32 kantor cabang dan 131 kantor kas di seluruh Jawa Timur. Pada 2025, ekspansi bisnis diarahkan pada peningkatan portofolio kredit, tabungan, dan deposito, termasuk Program Kredit Sejahtera (Prokesra), Kredit Petani Jatim, Dagulir, serta produk Kredit Usaha Masyarakat (KUSUMA). [tok/beq]






