Blitar (beritajatim.com) – Kota Blitar kian seksi di mata para investor. Hal itu dibuktikan dengan meningkatnya jumlah investasi yang masuk ke Kota Blitar dalam beberapa tahun terakhir. Tercatat pada tahun 2024 kemarin nilai investasi di Kota Blitar mencapai Rp 432,7 miliar.
Sementara data terbaru dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Blitar mencatat nilai investasi yang masuk selama triwulan pertama tahun 2025 ini sudah mencapai Rp 18,5 miliar. Nilai investasi ini pun diyakini akan terus bertambah hingga akhir tahun 2025 mendatang.
“Yang jelas kami tetap optimis bahwa investasi di Kota Blitar akan terus ada yang masuk mengingat bahwa banyak potensi di Kota Blitar ini yang saat ini tengah kita kerjakan salah satunya yang lagi ngetrend itu investasi yang bergerak di bidang pabrik rokok,” ucap Kepala DPMPTSP Kota Blitar, Heru Eko Pramono.
Pada triwulan pertama tahun 2025 ini, bidang usaha yang paling diminati investor adalah aktivitas kesehatan manusia dan aktivitas sosial. Nilai investasi di bidang ini pun mencapai Rp12,2 miliar.
Selain itu, bidang usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil sepeda motor kini juga kian diminati oleh para investor. Total selama 3 bulan awal ini nilai investasi yang masuk di bidang usaha ini mencapai Rp.3 miliar rupiah.
“Itu masih triwulan 1 masih ada triwulan 2,3 dan 4 pasti ada peningkatan,” tegasnya.
Banyaknya investor yang masuk ke Kota Blitar ini tidak lepas dari iklim usaha atau bisnis yang terbilang bagus di Blitar. Selain itu ada faktor lain kenapa para investor mulai tertarik dengan Blitar.
Faktor tersebut adalah masih rendahnya upah minimum kota/kabupaten (UMK) di Kota Blitar. Terbaru UMK buruh di Kota Blitar hanya sebesar Rp.2,4 juta. Tentu dengan kondisi ini membuat para investor tak segan untuk mencoba berbisnis di Bumi Bung Karno.
“Kita punya nilai jual salah satunya adalah daya saing dalam hal nilai upah minimum regionalnya, disamping juga kemudahan-kemudahan yang kami fasilitasi,” tegasnya. (owi/but)






