Banyuwangi (beritajatim.com) – Menjelang Hari Raya Iduladha, Kabupaten Banyuwangi dipastikan tidak mengalami kekurangan hewan kurban. Bahkan, ketersediaan ternak di daerah ujung timur Pulau Jawa ini mengalami surplus dan berpotensi untuk didistribusikan ke daerah lain dalam rangka memenuhi kebutuhan kurban secara nasional.
“Alhamdulillah hampir setiap tahun, Banyuwangi selalu surplus hewan kurban,” kata Kepala Bidang Budidaya dan Usaha Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Banyuwangi, Abdurrazak.
Menurut pria yang akrab disapa Zaky ini, pada tahun ini Banyuwangi memiliki stok sapi sebanyak 2.765 ekor. Sedangkan kebutuhan masyarakat lokal hanya sekitar 1.897 ekor, sehingga terdapat kelebihan 868 ekor sapi.
Kondisi serupa juga terjadi pada hewan kurban jenis kambing. Jumlah stok kambing saat ini mencapai 13.834 ekor, sementara kebutuhan hanya 9.789 ekor, yang berarti terdapat surplus sebanyak 4.045 ekor kambing.
Jumlah yang lebih melimpah tercatat pada stok domba. Zaky menyebutkan saat ini tersedia 12.417 ekor domba di Banyuwangi, sementara kebutuhan lokal hanya 3.994 ekor.
“Ada surplus 8.423 ekor domba hampir tiga kali lipat dari kebutuhan daerah,” ujar Zaky.
Terkait harga, Zaky menjelaskan bahwa menjelang Iduladha harga hewan kurban bervariasi. Untuk sapi, harga per ekor rata-rata mulai dari Rp20 juta. Sedangkan untuk kambing dan domba berada pada kisaran Rp3 juta hingga Rp3,5 juta per ekor.
Zaky juga menuturkan bahwa beberapa tahun terakhir, sapi menjadi pilihan utama masyarakat. Pembelian biasanya dilakukan secara patungan oleh kelompok masyarakat untuk mendapatkan hewan kurban yang lebih besar.
“Kalau untuk sapi kebanyakan masyarakat memilih Sapi Bali untuk kurban karena dagingnya banyak sementara tulangnya kecil. Harganya pun juga terjangkau,” terangnya.
Untuk menjaga kesehatan dan keamanan hewan kurban, Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi melalui petugas kesehatan veteriner akan melakukan pemeriksaan langsung ke lapak-lapak penjual hewan kurban. Pemeriksaan juga dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) serta pada lalu lintas hewan yang masuk dari luar daerah.
“Ternak dari luar daerah sebelum masuk ke Banyuwangi harus dipastikan sehat dibuktikan dengan surat keterangan kesehatan yang diterbitkan oleh dinas. Kami berupaya memastikan kurban yang dikonsumsi masyarakat sehat dan aman,” tegasnya. [alr/beq]






