Malang (beritajatim.com) – Universitas Negeri Malang (UM) mengguncang dunia pendidikan tinggi dengan pembangunan Poliklinik megah bernuansa rumah sakit. Fasilitas superlengkap ini tak hanya melayani sivitas kampus, tetapi juga masyarakat umum, bahkan dilengkapi helipad untuk evakuasi medis darurat.
Langkah berani ini ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama pada Rabu, 24 April 2025, dipimpin langsung oleh Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd. Gedung Poliklinik ini berlokasi strategis di depan Fakultas Kedokteran dan diproyeksikan menjadi pusat layanan kesehatan kampus paling modern di Indonesia.
Poliklinik UM bukan fasilitas biasa. Gedung ini dirancang setara rumah sakit tipe pratama, dengan ruang rawat inap, poli diagnostik, ruang praktik mahasiswa kedokteran, hingga helipad untuk kebutuhan transportasi medis udara.
“Ini bukan sekadar klinik. Kami siapkan fasilitas unggulan yang bisa menjadi cikal bakal rumah sakit pendidikan di masa depan,” tegas Wakil Rektor II, Prof. Dr. Puji Handayati.
Sebanyak 45 dokter spesialis dari berbagai bidang akan memperkuat layanan kesehatan di Poliklinik UM. Klinik Pratama yang sudah ada tetap beroperasi dan akan menjadi pintu masuk awal sebelum pasien dirujuk ke Poliklinik Utama.
Pembangunan poliklinik ini telah dirancang sejak 17 April 2023 dan dikerjakan oleh CV. Adfi Central Engineer. Proses pemilihan mitra dilakukan secara terbuka dan transparan. PT Mulia Surya Mahameru dipercaya sebagai pelaksana utama, sementara pengawasan mutu dan teknis dilakukan oleh PT Sewun Indo Konsultan.
Pengerjaan proyek akan berlangsung selama 300 hari kalender, dimulai 14 April 2025 dan ditargetkan rampung pada 7 Februari 2026.
Rektor UM menegaskan bahwa proyek ini bukan hanya membangun gedung, tapi membangun harapan dan masa depan layanan kesehatan di kampus.
“Kami ingin UM menjadi pionir kampus sehat yang peduli pada kualitas hidup, bukan hanya pendidikan akademik,” ujarnya.
Langkah besar UM ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama pada poin ke-3: memastikan kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua usia.
Dengan hadirnya Poliklinik modern ini, UM menegaskan dedikasinya dalam mengintegrasikan pendidikan tinggi dengan pelayanan kesehatan berkualitas. Ini merupakan langkah konkret dalam menciptakan kampus yang sehat, produktif, dan berdaya saing global.
“Tubuh yang sehat melahirkan pikiran yang kuat dan karya besar. Dengan infrastruktur kesehatan yang mumpuni, UM siap melahirkan generasi unggul yang berdampak bagi Indonesia dan dunia,” tutup Prof. Puji. [dan/aje]






