Kediri (beritajatim.com) – Pabrik Gula (PG) Pesantren Baru Kediri mulai melakukan berbagai persiapan menyambut musim giling 2025.
Persiapan tersebut mencakup kesiapan bahan baku tebu (BBT) serta pengecekan dan perbaikan peralatan di semua stasiun produksi.
General Manager PG Pesantren Baru, Djarot Rudi Wardoyo, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan langkah awal untuk memastikan kualitas tebu yang akan digiling.
“Persiapan bahan baku tebu PG Pesantren Baru dilakukan sejak dini dengan memonitoring tingkat kemasakan tebu, kadar brix batang hingga rendemen dalam Analisa Pendahuluan,” jelasnya, pada Selasa (22/4/2025).
Lebih lanjut, Djarot menambahkan bahwa pihaknya secara rutin melakukan pengambilan sampel tebu dari kebun binaan untuk dianalisa.
“Kami selalu menganalisa sampel tebu dari kebun untuk mengukur tingkat kemasakan dan brix tebu sehingga tebu layak untuk dipanen,” terangnya.
Selain memastikan kualitas tebu, PG Pesantren Baru juga terus memperkuat kerja sama dengan petani lokal dalam rangka menjamin kontinuitas pasokan tebu. Hal ini sejalan dengan motto PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), yaitu “Tumbuh Berkembang Bersama Mitra.”
Dari sisi teknis, progres perbaikan peralatan pabrik masih berjalan sesuai rencana. Proses maintenance dilakukan menyeluruh, mulai dari stasiun gilingan hingga stasiun puteran.
“Sehingga kami betul-betul siap untuk melaksanakan giling pada Mei 2025 mendatang,” tegas Djarot.
Untuk musim giling tahun ini, PG Pesantren Baru menargetkan akan menggiling tebu sebanyak 832.949 ton. Jumlah ini diharapkan mampu melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.
“Kami mohon doa restu kepada seluruh masyarakat semoga PG Pesantren Baru tetap diberi kelancaran dan semakin berkah,” tutup Djarot. [nm/ted]






