Mojokerto (beritajatim.com) – Untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang optimal dan merata bagi seluruh masyarakat Kabupaten Mojokerto, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra, gencar merealisasikan program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas. Yakni dengan menggelar monitoring dan evaluasi (monev).
Monev digelar bersama dengan para Kepala Puskesmas (Kapus) di bawah naungan Dinas Kesehatan (Dinkes). Didampingi Wakil Bupati (Wabup) Muhammad Rizal Octavian, Gus Barra (sapaan akrab, red) mengajak jajaran pimpinan tenaga medis agar memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada seluruh pasien.
Jumlah kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kabupaten Mojokerto telah menyentuh angka 1.141.807 jiwa, atau 98,76 persen. Dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 80,8 persen atau sejumlah 922.689 peserta aktif.
“Mari kita tingkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, karena pengaplikasian (keanggotaan BPJS Kesehatan) sudah meningkat, agar tidak ada lagi warga yang mengeluh terkait penanganan kesehatan,” ungkapnya di Smartroom Satya Bina Karya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto.
Menurutnya, akhir-akhir ini akun sosial media (medsos) miliknya kerap mendapatkan keluhan tentang penanganan kesehatan kepada masyarakat. Apalagi setelah peluncuran program UHC Prioritas beberapa hari lalu. Oleh karena itu, para pimpinan fasilitas kesehatan diminta untuk selalu fokus dan optimal sesuai dengan tugas, pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.
“Tidak hanya pada tingkat Puskesmas, namun juga untuk fasilitas kesehatan yang lain, seperti RSUD, klinik kesehatan, maupun DPP (Dokter Praktek Pribadi). Nanti saya akan turun langsung (ke Faskes) jika ada keluhan dari masyarakat, akan saya tanya (konfirmasi) apa benar permasalahan yang dikeluhkan tersebut,” katanya.
Monev yang digelar berlangsung interaktif dengan adanya sesi diskusi yang membahas beberapa isu atau kendala yang terjadi turut hadir Kepala Dinkes dr Ulum Rohmat, Kepala Cabang BPJS Mojokerto Elke Winasari, Direktur RSUD Prof. dr. Soekandar dan RSUD R.A Basoeni, serta 27 Kepala Puskesmas Se-Kabupaten Mojokerto. [tin/beq]






