Malang (beritajatim.com) – Universitas Islam Malang (Unisma) menggelar peringatan Nuzulul Qur’an, Ijazah Sanad Al-Qur’an, dan buka bersama. Acara ini menghadirkan Prof. Dr. H. Said Agil Husin Al Munawar, MA, Mantan Menteri Agama RI.
Dalam tausiyahnya, Prof. Said Agil menekankan bahwa ilmu agama tidak cukup hanya sekadar diketahui, tetapi harus benar-benar diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Acara yang berlangsung di Masjid Ainul Yaqin Unisma ini dihadiri oleh dosen, karyawan, dan mahasiswa dengan penuh antusiasme. Tidak hanya menjadi momen religius, acara ini juga menjadi ajang refleksi bagi seluruh civitas akademika Unisma untuk semakin memperkuat pemahaman dan pengamalan ajaran Islam.
Dalam ceramahnya, Prof. Said Agil menyampaikan bahwa memahami Al-Qur’an saja tidak cukup jika tidak diaplikasikan dalam kehidupan. Ia menekankan bahwa ilmu agama harus menjadi pedoman dalam bersikap dan bertindak, baik dalam lingkungan akademik maupun kehidupan bermasyarakat.
“Ilmu agama bukan sekadar pengetahuan yang disimpan, tapi harus menjadi cahaya dalam kehidupan kita. Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi harus diamalkan agar memberi manfaat bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar,” ujarnya, Kamis (20/3/2025) sore.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan bahwa seorang Muslim yang memahami ajaran Islam dengan benar akan memiliki kepribadian yang lebih jujur, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia.
Sementara itu, Rektor Unisma, Prof. Drs. H. Junaidi Mistar, M.Pd., PhD, menegaskan bahwa Unisma tidak hanya berfokus pada pendidikan akademis, tetapi juga memiliki komitmen dalam pembinaan karakter dan spiritualitas.
“Acara ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum bagi kita semua untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an. Unisma ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga unggul dalam nilai-nilai keislaman,” ungkap Prof. Junaidi.

Ia juga menambahkan bahwa peran Prof. Said Agil sangat penting dalam perjalanan akademik Unisma. Sebagai tokoh yang pernah berkontribusi dalam pendirian dan pengembangan Pascasarjana Unisma, kehadiran beliau menjadi momen bersejarah bagi kampus.
Selain tausiyah keagamaan, acara ini juga menjadi ajang refleksi bagi seluruh peserta untuk lebih mendalami makna Nuzulul Quran. Momen turunnya Al-Qur’an ini mengingatkan umat Islam bahwa kitab suci bukan hanya sebagai bacaan, tetapi sebagai petunjuk hidup yang harus diterapkan.
Pemberian ijazah sanad Al-Qur’an kepada peserta juga menjadi bagian dari acara ini, menandakan bahwa Unisma terus berupaya membangun generasi yang memiliki sanad keilmuan yang jelas dan bersambung hingga Rasulullah SAW.
Diharapkan melalui kegiatan seperti ini, Unisma bisa terus berkembang dan mencetak generasi Muslim yang beriman, bertakwa, dan berkontribusi positif bagi masyarakat. [dan/aje]






