Terlepas dari hasil akhir kompetisi Liga 1 Musim 2024-25, filosofi taktik Paul Munster yang sering dianggap menyebalkan oleh Bonek setidaknya telah menorehkan dua sejarah penting bagi Persebaya Surabaya.
Sejarah pertama dibuat Munster dengan membawa Persebaya menggulung Persib Bandung 4-1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (1/3/2025). Ini kemenangan pertama Persebaya atas tim berjuluk Maung Bandung itu sejak 8 Desember 2021. Kemenangan ini mengesankan karena terjadi saat Persib memuncaki klasemen.
Sejarah kedua lebih hebat lagi, Mematahkan rekor tandang tidak pernah menang selama 32 tahun atas PSM Makassar, di Stadion Gelora BJ Habibie, Pare-pare, Sulawesi Selatan, Jumat (7/3/2025). Terakhir Persebaya menang 2-0 atas PSM di Stadion Mattoangin pada 13 November 1993 dalam kompetisi Perserikatan Divisi Utama. Dua gol diborong Dodik Suprayogi.
Gol tunggal Persebaya yang dicetak gelandang asal Meksiko, Francisco Rivera, pada menit 63 membuat 7.715 penonton tuan rumah terdiam. Gol ini memanfaatkan umpan cerdas dari Bruno Moreira yang melihat kebingungan barisan pertahanan PSM dalam memasang perangkap offside.
Jika saja bola dioperkan Bruno ke Kasim Botan atau Rizky Dwi Pangestu, maka sudah dipastikan keduanya dalam posisi offside. Namun pemain asal Brasil itu menempatkan bola di ruang kosong yang kemudian dikejar oleh Rivera.
Berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang Reza Arya, Rivera menempatkan bola ke sisi tiang dekat. “Gol ala Maradona,” kata komentator Binder Singh.
Ini kali kedua Bruno memberikan operan cerdas kepada Rivera. Sebelumnya saat melawan Persib Bandung, gol yang dicetak Rivera pada menit 90+2 juga berkat operan Bruno.
Bersenyawanya permainan dua gelandang impor berdarah latin ini menjawab keraguan pendukung Persebaya, bahwa mereka susah bermain bersama. Kini mereka menjadi jawaban bagi lini serbu Persebaya bersama ujung tombak asal Banyuwangi Rizky Dwi Pangestu.
Patahnya sejarah 32 tahun juga menepis anggapan bahwa Persebaya tidak berjodoh dengan jersey warna kuning. Dua kemenangan di kandang PSM sama-sama dicetak dalam balutan warna kuning.
Sejarah yang dicetak Persebaya tak lepas juga dari jasa VAR (Video Assistance Referee) yang menganulir kesalahan perangkat pertandingan di lapangan. Rivera sampat menggoyang-goyangkan telunjuk saat hakim garis mengangkat bendera tanda dia berada dalam posisi offside.
Namun wasit VAR bicara lain.
Semakin cepatnya tempo permainan sepak bola dan semakin tipisnya jebakan offside memang memerlukan teknologi seperti VAR pada akhirnya. Namun lebih dari itu, kompetensi dan ‘fairness’ tetap yang perlu dikedepankan: ‘man behind the gun‘, sosok yang menjalankan alat itu. Dan Persebaya beruntung kali ini wasit VAR jeli menilai pergerakan cepat Rivera adalah posisi yang legal untuk mencetak gol.
Persebaya sempat dikecewakan wasit dan VAR saat tak ada hadiah penalti setelah Bruno Moreira dilanggar Ronaldo Rodrigues di kotak penalti, dalam pertandingan melawan Borneo, di Gelora Bung Tomo, 21 Desember 2024.
Bahkan saat Persebaya kalah dari PSS Sleman di Stadion Manahan Solo, Sabtu (11/1/2025), Paul Munster menyebut kualitas wasit VAR tak ubahnya kualitas wasit Liga 4. “Benar-benar sirkus,” katanya, setelah gol Persebaya dianulir VAR dan gol PSS yang dicetak Cleberson berbau offside luput dari tinjauan VAR.
Keputusan VAR yang diperoleh Persebaya dari tiga pertandingan musim ini tentu menjadi pelajaran penting bagi Munster untuk bersiap menghadapi kemungkinan terburuk. Tidak ada yang bisa menerka bagaimana kualitas perangkat sebuah pertandingan.
Namun terlepas dari keputusan VAR, permainan Persebaya semakin membaik. Lini pertahanan semakin solid dan tenang menghadapi 16 tembakan dari pemain-pemain PSM. Kepercayaan diri para pemain yang sempat merosot karena kekalahan beruntun pada awal putaran kedua mulai meningkat.
Sementara itu lini depan semakin tajam setelah Bruno dan Rivera bisa melakukan kombinasi bagus dalam menyerang. Saat babak pertama, Bruno nyaris mencetak gol setelah memperoleh bola terobosan dari Rivera. Kaki kedua pemain itu seperti punya mata untuk mengetahui pergerakan satu sama lain.
Masih tersisa delapan pertandingan lagi. Poin dengan pemuncak klasemen Persib Bandung masih terpaut tujuh angka. Namun anak-anak Persebaya tak perlu risau. Jalani saja pertandingan satu demi satu sebagaimana langkah demi langkah dari sebuah perjalanan maraton yang hendak berakhir. Paul Munster tidak akan menyebalkan kalau bisa membawa hasil akhir terbaik musim ini. [wir]






