Surabaya (beritajatim.com) –
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed MD PhD datangi langsung pabrik Bogasari untuk melakukan evaluasi dan memonitor kepada Bogasari sebagai produsen tepung terigu.
“Maka kami ingin lihat prosedur yang terjadi di Bogasari, menyangkut kesiapan produksi, keamanan produksi hingga output atau produk akhirnya mau dikemanakan. Apalagi untuk Indofood secaara grup, Badan POM mengeluarkan kurang lebih 5 000 sertifikat. Dan ada kurang lebih 50 sertifikat yang terkait dengan good manufacturing practises (GMP) atau cara pembuatan pangan olahan,” ungkap Kepala BPOM Taruna saat di pabrik Bogasari Flour Mills di Tanjung Priok.
Setelah melakukan kunjungan lapangan, Kepala BPOM memberikan nilai A untuk prosedur yang diterapkan Bogasari. Ia juga memastikan ketersediaan bahan pangan terigu aman, terutama menjelang bulan suci Ramadan.
“Dari hasil kunjungan monitoring dan evaluasi lapangan hari ini, kalau dari sisi prosedur kami memberikan nilai A kepada Bogasari. Semua sudah sesuai prosedur dan bagus. Tidak hanya itu, dalam hal ketersediaan bahan pangan terigu apalagi menjelang bulan suci Ramadhan, sangat bisa dipastikan aman,” tegas Kepala BPOM.
Kepala BPOM juga mengapresiasi komitmen Bogasari dalam membangun gizi bangsa, terutama dalam mendukung program makanan bergizi gratis pemerintah. Ia juga menyoroti kontribusi Indofood terhadap pertumbuhan ekonomi negara.
“Indofood juga punya kontribusi besar untuk pertumbuhan ekonomi negara karena memiliki sekitar 115 ribu pekerja. Jadi Bogasari dan Indofood secara keseluruhan tidak hanya berdampak bagi ekonomi nasional tapi juga buat masyarakat. Indutsri adalah stakeholder yang penting buat kami,” ucap Taruna.
Dalam kunjungan tersebut, Kepala BPOM dan jajarannya meninjau dermaga 2 Bogasari, lokasi bongkar muat kapal gandum, Mill HIJ, unit pelatihan Bogasari Baking Center (BBC), dan Laboratorium Bogasari yang terakreditasi ISO 17025.
“Dengan akreditasi ini makan hasil pengujian Laboratorium Bogasari sudah valid dan akurat serta diakui Komite Akrediatsi Nasional,” jelas Direktur Indofood, Franciscus Welirang.
Direktur Indofood menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kepala BPOM dan menegaskan komitmen Bogasari dalam mendukung pertumbuhan UKM, termasuk dalam hal perizinan dan sertifikasi. Bogasari juga terus mengembangkan pangan berbahan baku lokal seperti mocaf, sagu, sorgum, dan hotong.
“Kita juga punya BBC untuk menjadi wadah pelatihan pengembangan bisnis UKM baik yang baru maupun pengembangan,” tambah Franky Welirang.[rea]






