Madiun (beritajatim.com) – Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) menggelar perayaan seabad Pramoedya Ananta Toer dengan tema Berguru pada Bumi Manusia. Acara ini digelar di Ruang Literasi Perpustakaan UKWMS Kampus Madiun, Senin (03/02/2025). Acara tersebut diisi dengan berbagai kegiatan, seperti pidato kebudayaan, pemutaran film Bumi Manusia, diskusi, serta pameran buku.
Dalam pidato kebudayaan, Ketua Prodi PBI UKWMS, Wenny Wijayanti, M.Pd., menekankan pentingnya semangat Pramoedya dalam dunia pendidikan, khususnya bagi mahasiswa calon guru. Acara ini juga menghadirkan Fransiskus Perdy Daya, S.Pd., seorang guru muda dari BPK Penabur, yang membawakan materi diskusi mengenai relevansi Bumi Manusia dalam pendidikan masa kini.
“Permasalahan yang ditemui oleh guru di lapangan semakin kompleks, tetapi dari novel Bumi Manusia, saya belajar untuk bisa menghadirkan pendidikan yang inklusi serta keberpihakan pada kaum tertindas,” ujar Perdy.
Diskusi ini mendapat respons aktif dari peserta yang sebagian besar merupakan mahasiswa calon guru Bahasa Indonesia. Dionisius Nuwa, aktivis Forum Mahasiswa NTT Madiun sekaligus anggota PMKRI Madiun, menyoroti tantangan yang dihadapi para pendidik. “Itulah sebabnya perlu langkah-langkah inovatif dari kita sebagai calon guru untuk menghadapi murid yang beragam,” ungkap Dion.
Selain itu, Yuliana Epit dari Paguyuban Keluarga Besar Borneo Madiun (PKBBM) menekankan pentingnya nilai toleransi dalam pendidikan, sebagaimana diajarkan dalam Bumi Manusia. “Bumi Manusia mengajarkan kita untuk dapat memahami makna toleransi, demikian pula saat kita menjadi guru, kita harus jadi guru yang menjunjung tinggi toleransi,” tegasnya.
Perayaan seabad Pramoedya ini juga menjadi momen untuk menampilkan koleksi buku-buku bersejarah karya Pram, termasuk cetakan pertama novel Perburuan (1950) dan Mereka Jang Dilumpuhkan (1951) yang diterbitkan oleh Balai Pustaka.
Wenny Wijayanti berharap agar semangat perjuangan Pramoedya tidak hanya dirayakan, tetapi juga dihayati dan dijadikan inspirasi bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik dan profesional. “Pram tidak sekadar dirayakan, tetapi lebih dari itu, semangat dari Pram untuk menyuarakan kebenaran dijadikan sebagai teladan bagi mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UKWMS,” pungkasnya. [kun]






