Blitar (beritajatim.com) – Desa Wisata Semen di Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, baru saja meraih penghargaan bergengsi tingkat ASEAN, yaitu 4th ASEAN Community-Based Tourism (CBT) Award 2025.
Penghargaan ini menegaskan posisi Desa Wisata Semen sebagai destinasi unggulan yang wajib dikunjungi. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras masyarakat desa dan pegiat wisata yang telah menjadikan Desa Semen sebagai tempat wisata alam yang mengesankan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Blitar, Suhendro Winarso, mengungkapkan, “Desa Wisata Semen baru saja mendapatkan penghargaan bergengsi pada ASEAN Tourism Forum (ATF) 2025. Tentu hal ini merupakan hasil dari proses keras yang panjang dari teman pegiat wisata di desa Semen.”
Penghargaan ini juga semakin menambah daya tarik Desa Wisata Semen sebagai destinasi wisata yang patut diperhitungkan, baik untuk wisatawan lokal maupun mancanegara.
Desa Wisata Semen sendiri menawarkan berbagai spot wisata alam yang eksotis. Salah satu yang terkenal adalah Puncak Sekawan, tempat wisata yang menyuguhkan pemandangan spektakuler dari tiga gunung: Gunung Kelud, Gunung Kawi, dan Gunung Buthak. Wisatawan dapat menikmati udara segar sambil menikmati panorama alam yang memukau, menjadikannya tempat ideal untuk melepas penat.
Letaknya yang berada di antara Lereng Gunung Kelud dan Gunung Kawi, tepatnya di ketinggian 700 mdpl, menjadikan Desa Wisata Semen sebagai tempat yang sangat menarik untuk dikunjungi. Sungai Lekso, yang membelah desa ini, menambah pesona alam yang dimiliki. Desa ini terdiri dari empat dusun, yaitu Dusun Tegalrejo, Dusun Semen, Dusun Dewi, dan Dusun Parang, masing-masing dengan karakteristik dan potensi kearifan lokal yang unik.
Keindahan alam dan budaya desa ini telah dikelola dengan baik oleh para pemuda setempat. Mereka, yang tergabung dalam Kelompok Pecinta Anggrek, menjadi motor penggerak untuk mengembangkan Desa Wisata Semen.
“Desa Wisata Semen sudah membuktikan, semoga penghargaan ini juga bisa membawa inspirasi dan keyakinan bahwa Kabupaten Blitar memiliki potensi budaya wisata yang mampu bersaing di kancah internasional,” kata Suhendro Winarso.
Inovasi berbasis komunitas di Desa Wisata Semen ini menggali kembali potensi kearifan lokal yang telah ada sejak lama dan diteruskan hingga sekarang. Dengan semangat gotong royong dan musyawarah mufakat, Desa Wisata Semen berhasil menunjukkan bagaimana potensi alam dan budaya lokal bisa dikelola dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat. Keberhasilan ini membuka peluang besar bagi daerah lain untuk mengembangkan wisata berbasis komunitas yang berkelanjutan.
Desa Wisata Semen adalah contoh nyata dari keberhasilan desa dalam memanfaatkan potensi alam dan budaya setempat menjadi daya tarik wisata yang mendunia. Semoga penghargaan yang diterima dapat memotivasi lebih banyak desa di Indonesia untuk mengembangkan potensi wisata mereka dengan pendekatan yang berbasis komunitas dan keberlanjutan. [owi/suf]







4 Komentar
Akses masuk puncak sekawan mohon diperbaiki
Sepanjang jalan akses masuk lebih baik ditanami pohon durian kualitas unggulan.
Dari wlingi ke arah mana paling dekat menuju lokasi wisata
Puncak sekawan kalau berdiri sendiri terlalu senyap. Harus ada wisata pendukung misal kuliner khas posisi di bawah. Ditengah agrowisata durian/alpokat/stroberi atau produk susu dr komuniyas peternak kambing. Jadi perjalanan penuh dengan spot. Selamat berinovasi