Surabaya (beritajatim.com) – Tahun baru tak hanya disambut dengan penerapan PPN 12 persen. Per tanggal 15 Januari besok harga LPG subsidi 3 Kg juga ikut naik, dari Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 16.000 per tabung menjadi Rp 18.000 per tabung. Sebagai perusahaan yang bertanggung jawab mendistribusikan LPG subsidi Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus memastikan stok LPG subsidi aman dan dijamin kelancaran distribusinya.
Jaminan kelancaran ini disampaikan oleh Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, yang memastikan sampai dengan level pangkalan sebagai jalur resmi paling akhir dari distribusi LPG Bersubsidi 3 Kg.
Penyesuaian HET ini membuat harga LPG di Jatim sudah sama dengan Provinsi lain, seperti Jawa Tengah yang berbatasan langsung. Dan ini adalah bentuk upaya meminimalisir penjualan LPG Bersubsidi 3 Kg ke wilayah lain dengan HET yang lebih tinggi.
“Kami juga terus melakukan upaya untuk mengajak pengecer naik kelas menjadi pangkalan, agar dapat melayani masyarakat lebih luas lagi. Saat ini dengan adanya lebih dari 2 pangkalan di seluruh desa/kelurahan di wilayah Jatim. Nantinya dengan semakin banyak pengecer yang beralih status menjadi pangkalan resmi tentu akan semakin mudah dan nyaman bagi masyarakat untuk mendapatkan LPG Bersubsidi 3 Kg,” papar Ahad, kepada Beritajatim pada Selasa (14/1/2025).
Ahad juga berjanji akan terus melaksanakan pendataan pembelian LPG Bersubsidi 3 Kg untuk memastikan adanya data penyaluran dan kewajaran penggunaan terhadap barang bersubsidi. Mestipun ada kenaikan harga kuota LPG subsidi 3 Kg untuk Jatim relatif tetap seperti tahun 2024 yakni sekitar 1,4 juta metric ton.[rea]






