Mojokerto (beritajatim.com) – Setelah memastikan warga terdampak banjir aman dari segi kesehatan maupun kebutuhan permakanan, Polres Mojokerto Kota menerjunkan Tim Trauma Healing. Mereka bertugas mengembalikan senyum anak-anak korban banjir di Kota Mojokerto.
Tim Trauma Healing Polres Mojokerto Kota hadir di Posko Tanggap Bencana di Balong Cangkring, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Tim bertugas untuk mengembalikan senyum warga dan anak-anak yang merasakan masa sulit akibat terdampak bencana banjir hampir sepekan ini.
Dalam upaya mendukung rehabilitasi para korban bencana, Tim Trauma Healing Polres Mojokerto Kota yang di pimpin Ipda Hartono bersama anggota berbaur dengan warga dan anak-anak korban banjir. Mereka memberikan hiburan melalui serangkaian kegiatan menyenangkan.
Mereka mengajak korban terdampak banjir khususnya anak-anak mengikuti permainan edukasi, bernyanyi dan mendongeng. Mereka juga membagikan susu dan snack serta kegiatan-kegiatan lain yang dapat membuat anak-anak korban banjir melupakan bencana yang mereka alami.
“Trauma healing merupakan upaya pihak kepolisian khususnya Polres Mojokerto Kota dengan memberikan perhatian lebih atau khusus terhadap warga dan anak-anak yang mengalami musibah banjir. Trauma healing menjadi langkah penting dalam proses penyembuhan diri bagi para korban bencana,” ungkapnya, Jumat (13/12/2024).
Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengalihkan pikiran negatif terhadap bencana dan menghindarkan warga dari kesedihan yang berlarut-larut. Selain itu, lanjut Ipda Hartono, trauma healing juga membantu para korban untuk dapat mengambil hikmah dari pengalaman yang mereka alami.
“Dalam proses trauma healing, warga dan anak-anak diajak untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan sehingga dapat melupakan trauma yang diakibatkan oleh bencana. Hal ini penting untuk membantu mereka pulih secara emosional dan mental setelah mengalami bencana banjir,” tegasnya. [tin/ian]






