Madiun (beritajatim.com) – Pengamat politik terkemuka, Rocky Gerung, memberikan pandangannya terkait Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2024 yang menghadirkan tiga tokoh perempuan sebagai kontestan utama.
Pendapat ini disampaikan Rocky usai menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk Menghadapi Disinformasi: Tantangan Gen Z dalam Menjaga Demokrasi, yang digelar di Hall IClub, Kota Madiun, Jumat (22/11/2024).
Pemilihan Gubernur Jawa Timur kali ini diikuti oleh tiga kandidat perempuan, yakni Luluk Nur Hamidah, Khofifah Indar Parawansa, dan Tri Rismaharini. Menurut Rocky, keberadaan mereka mencerminkan persaingan yang sehat dalam demokrasi.
“Soal Pilkada di Jawa Timur yang diramaikan tiga srikandi, saya sangat menghargai mereka semua yang berani bersaing,” ujar Rocky.
Namun, ia menyoroti bahwa dari ketiga kandidat tersebut, hanya Tri Rismaharini yang dianggap tidak memiliki keterkaitan dengan oligarki. “Sosok yang lain cenderung menumpang kekuasaan oligarki,” katanya.
Ketika ditanya apakah ia mendukung salah satu kandidat, Rocky dengan tegas membantah. “Saya bukan bagian dari tim sukses atau pendukung Bu Risma. Saya hanya ingin sukses, itu saja,” ungkapnya.
Diskusi Demokrasi dan Tantangan Gen Z
Rocky Gerung juga berbicara tentang pentingnya peran Gen Z dalam menjaga demokrasi, khususnya di tengah era disinformasi menjelang Pilkada 2024. Acara ini digagas oleh Suara Demokrasi Madiun dan turut menghadirkan Airlangga Pribadi Kusman, S.IP., M.Si., Ph.D., seorang dosen Universitas Airlangga Surabaya.
Menurut Rocky, mahasiswa di Madiun menunjukkan semangat besar untuk menciptakan perubahan melalui pola pikir kritis. “Kemampuan menjaga suasana diskusi yang kondusif seperti ini sangat penting,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa perbedaan pendapat dalam pilkada adalah hal yang wajar, dan generasi muda harus siap menghadapi situasi tersebut. “Yang terpenting adalah menciptakan pengetahuan baru. Mahasiswa Madiun membutuhkan perubahan,” tambahnya.
Rocky juga menyoroti perlunya pembaruan dalam sistem politik dan cara menyeleksi pemimpin. Menurutnya, perubahan ini sangat krusial untuk beberapa tahun mendatang.
“Anak muda zaman sekarang harus lebih berani berdebat dan menyuarakan opini yang berbeda. Semua itu demi menjaga kualitas demokrasi,” pungkas Rocky.
Dengan diskusi ini, diharapkan generasi muda semakin siap menghadapi tantangan demokrasi dan ikut berkontribusi dalam proses politik yang lebih berkualitas. [fiq/suf]







1 Komentar
Kandidat jatim yg paling kusuka.semua berbobot.beruntunglah warga jatim.