Jombang (beritajatim.com) – Kemitraan antara UMKM Flipper Bag, yang memproduksi keripik singkong asal Jombang, Jawa Timur, dengan PT Midi Utama Indonesia Tbk atau Alfamidi menjadi langkah besar bagi Muhlihatun Niswah, pemilik usaha ini.
Sejak bergabung dengan jaringan ritel Alfamidi, Muhlihatun mengaku produk keripik singkong Flipper Bag-nya mengalami peningkatan omzet yang signifikan.
Terlebih karena kehadiran produk ini di berbagai gerai Alfamidi berhasil menarik minat konsumen.
Muhlihatun Niswah, yang awalnya bersama suaminya hanya menjual peralatan dapur, terinspirasi untuk memulai bisnis camilan tersebut setelah melihat potensi besar dari hasil panen singkong di Jombang.
Mereka memilih nama “Flipper Bag” karena sudah dikenal konsumen sebagai merek peralatan dapur. Langkah ini membuat transisi produk lebih mudah diterima pelanggan lama, sekaligus menarik pelanggan baru.
“Itu alasannya, kenapa saya memakai nama Flipper Bag untuk produk keripik singkong ini, karena orang sudah kenal lama produk kami sebelumnya,” ujarnya.
Muhlihatun pun menjelaskan terkait keunikan keripik singkong Flipper Bag buatannya.
“Terletak pada bahan bakunya yang berkualitas tinggi. Singkong yang kami gunakan memiliki cita rasa khas mirip keripik umbi gadung, memberikan pengalaman rasa yang berbeda bagi konsumen,” ungkapnya.
Dengan kemasan yang menarik dan rasa yang autentik, tak ayal jika produk ini berhasil mencuri perhatian masyarakat luas. Muhlihatun pun semakin percaya diri mengembangkan usahanya setelah mendapatkan sosialisasi UMKM dan peluang bermitra dengan Alfamidi.
Kini, ia tidak hanya berhasil meningkatkan omzet, namun juga memberdayakan sekitar 20 ibu rumah tangga di desanya sebagai pekerja lepas untuk membantu proses produksi.
Langkah ini tidak hanya memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat sekitar, namun juga memperkuat produksi dalam jumlah besar.
Selama tiga tahun terakhir, keripik singkong Flipper Bag telah dipasarkan di Jombang, Pasuruan, Yogyakarta, hingga Boyolali melalui jaringan gerai Alfamidi.
Muhlihatun berharap kemitraan yang telah terjalin ini dapat terus berlanjut dan semakin berkembang di masa mendatang.
“Saya bersyukur bisa bermitra dengan Alfamidi yang sangat membantu UMKM berdaya dan maju,” tuturnya.
Menurutnya dengan adanya kemitraan seperti ini, setidaknya dapat berdampak positif, tidak hanya bagi perkembangan bisnis, tetapi juga bagi masyarakat sekitar yang turut merasakan manfaatnya.
Bahkan, Alfamidi kini meminta Muhlihatun untuk meningkatkan jumlah pasokan produknya. Permintaan yang terus meningkat dari Alfamidi membuktikan bahwa produk lokal ini memiliki kualitas dan daya tarik yang mampu bersaing di pasar nasional.
Sementara itu, Corporate Communication Alfamidi, Retriantina Marhendra, menyatakan bahwa pihaknya selalu melakukan kurasi ketat terhadap setiap produk UMKM yang masuk ke dalam gerainya.
“Kami ingin memperkenalkan keberagaman dan kualitas produk lokal kepada masyarakat dengan hadirnya produk UMKM di Alfamidi,” ujarnya.
Hingga tahun 2024, lebih dari 500 produk UMKM inovatif telah dipasarkan di seluruh gerai Alfamidi.
Alfamidi tidak hanya menjual produk UMKM di raknya, tetapi juga memberikan kesempatan bagi para pelaku UMKM untuk menyewa tempat usaha atau tenant di gerai mereka.
Saat ini, terdapat lebih dari 2.800 tenant UMKM dan 250 jenis usaha kuliner maupun non-kuliner yang telah bergabung. Inisiatif ini menjadi bukti bahwa Alfamidi mendukung UMKM untuk berkembang lebih jauh. [fyi/aje]






