Gresik (beritajatim.com)- PT Askrindo (Asuransi Kredit Indonesia) mendorong pelaku UMKM di Kabupaten Gresik naik kelas. Penegasan ini dikatakan Pimpinan Cabang PT Asrkindo Surabaya Azhari Nur Kusumo yang membawahi wilayah Gresik dan sekitarnya.
Menurutnya, pelaku UMKM di Gresik trend-nya sudah on the track. Ini karena keberadaan UMKM tersebut sebagai pendukung industri. Dimana, ekosistemnya menjadi mata rantai penggerak ekonomi.
“Gresik itu kan kota industri, jadi penyedia kebutuhan dari UMKM-nya berkembang pesat,” ujarnya, Rabu (16/10/2024).
Lebih lanjut, Azhari mengatakan, penjaminan kredit usaha UMKM di Gresik dan sekitarnya setiap tahun rata-rata mencapai Rp1,4 triliun. Dari jumlah itu, 60% didominasi perdagangan. Sisanya usaha jasa dan lain-lain.
“Pelaku UMKM di Kabupaten Gresik menempati urutan kedua setelah Surabaya terkait dengan penjaminan kredit usaha,” katanya.
Ia menambahkan, secara nasional jaminan kredit usaha yang telah dikucurkan mencapai Rp280 triliun. Dari total itu 10 hingga 11 persennya diserap dari pelaku UMKM Jabar, Jateng, dan Jatim.
“Kami berharap dengan jumlah itu, pelaku UMKM naik kelas dan bisa berorientasi ekspor,” ungkap Azhari.
Sementara itu, Agung Setiawan pelaku UMKM sangkar burung asal Kecamatan Balongpanggang, Gresik, menuturkan, usaha yang digelutinya terbantu adanya kredit dari Askrindo.
“Selama ini kami mengapresiasi dibantu Askrindo. Kalau bisa tidak hanya kredit saja yang dikucurkan. Tapi ada pembimbingan bagaimana memasarkan dengan cara memanfaatkan digitalisasi,” pungkasnya. [dny/suf]






