Surabaya (beritajatim.com) – Rektor Prof Mohammad Nasih mengingatkan Ikatan Alumni (IKA) Universitas Airlangga (UNAIR) agar tidak mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon (paslon) dalam Pilkada serentak 2024.
Prof Nasih mengatakan, pihaknya tak mempermasalahkan jika terdapat alumni yang mendukung salah satu paslon. Namun, sebagai institusi, IKA dan Unair harus tetap netral.
“Kalau IKA kan ranahnya IKA ya, apalagi itu alumni. Kalau mau dukung, monggo. Tapi sebaiknya kelembagaannya tidak mendukung salah satu paslon. Alumni sebagai individu sah-sah saja untuk mendukung,” katanya, Kamis (3/10/2024).
Prof Nasih juga menekankan seluruh sivitas akademika UNAIR yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilarang untuk terlibat dalam politik praktis. Termasuk dalam Pilkada Serentak 2024 mendatang.
“Kalau dia PNS, ya tidak boleh karena ada aturan jelas bahwa PNS dilarang ikut berpartisipasi. Bahkan, menunjukkan jari dukungan saja bisa kena sanksi disiplin,” jelasnya.
Terkait pelanggaran yang mungkin terjadi, Prof Nasih menegaskan pihaknya akan memproses setiap kasus sesuai dengan kadar kesalahan.
“Kita harus selektif dalam memberikan sanksi. Jika hanya kebetulan misalnya suka metal dan menunjukkan tiga jari, kita harus arif untuk menyikapi itu,” tutupnya.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur resmi mengumumkan tiga pasangan calon telah memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim yang akan dilaksanakan pada 27 November 2024.
Ketiga pasangan calon tersebut adalah petahana Khofifah Indar Parwansa dan Emil Elestianto Dardak, pasangan Tri Rismaharini bersama Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans), serta pasangan Luluk Nur Hamidah dan Lukmanul Khakim.
Sementara di Surabaya, KPU telah resmi menetapkan Eri Cahyadi dan Armuji sebagai calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya. Eri-Armuji menjadi calon tunggal yang akan berkontestasi dalam Pilwali Surabaya 2024. [ipl/beq]






