Surabaya (beritajatim.com) – Dalam semangat menjaga lingkungan dan melestarikan warisan budaya, Pemerintah Kota Surabaya bersama berbagai pihak swasta menggelar aksi bersih-bersih besar-besaran di kawasan Kota Lama. Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Bulan Cintai Bumi: Kelola Sampah untuk Kurangi Jejak Lingkungan” dengan tema “Bersih-Bersih Surabaya Lestari”.
Sejak pagi, ribuan warga, perwakilan pemerintah, dan karyawan perusahaan swasta seperti Kadin Jatim, Kadin Surabaya, Surabaya Next Leader, Sea Soldier, Waste4change, serta Sampoerna Retail Community (SRC) tumpah ruah di berbagai sudut Kota Lama. Dengan semangat gotong royong, mereka membersihkan sampah, menyapu jalanan, hingga mengecat ulang beberapa fasilitas umum.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam kegiatan ini,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Dedik Irianto.
“Aksi bersih-bersih ini tidak hanya membuat Kota Lama lebih bersih, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan,” tambahnya.
Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. Melalui kerja sama yang solid, berbagai permasalahan lingkungan di Kota Lama dapat diatasi secara efektif.
“Kegiatan ini membuktikan bahwa dengan bekerja sama, kita bisa menciptakan perubahan yang signifikan,” ungkap Ali Affandi La Nyalla M. Mattalitti, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya. “Kota Lama adalah aset berharga bagi Kota Surabaya. Kita harus bersama-sama menjaganya.” tambahnya.
Hashtag #SayaAjaBisa yang digagas oleh Sampoerna Untuk Indonesia menjadi penggerak utama kegiatan ini. Kampanye ini mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan melalui tindakan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya.
Perwakilan Sampoerna Untuk Indonesia, Cicilia Tri Sulistyawati menuturkan, pihaknya memberikan apresiasi tinggi pada Pemkot Surabaya dalam menjaga lingkungan hidup.
Harapannya melalui kolaborasi ini bisa mewujudkan Kota Lama Surabaya menjadi lingkungan yang nyaman dan bersih. Program Sampoerna Untuk Indonesia sejalan dengan fokus pemerintah Indonesia dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan. “Kami juga aktif mengelar edukasi kebiasaan buang sampah pada tempatnya,” jelasnya.
Salah satunya yang dijalankan melalui inisiatif #SayaAjaBisa: Satu langkah kecil, dampak besar untuk Bumi, yang mengajak masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan dengan berbagai aksi sederhana. Sekitar 5.000 orang, termasuk relawan, telah berpartisipasi dalam inisiatif yang dimulai sejak 2018 di berbagai kota di Indonesia.
Ia pun percaya kolaborasi dan sinergi bisa selamatkan lingkungan. Seperti kolaborasi pemerintahan dan sektor swasta yang terus bisa saling dukung. “Termasuk bisa menyelamatkan lingkungan dan menyerap tenaga kerja,” ucapnya.
Siti Julaikhah, salah satu peserta bersih-bersih Kota Lama untuk Surabaya Lestari mengatakan, dirinya senang menjadi bagian dari aksi bersih-bersih di kawasan Kota Lama. Dengan kebiasaan hidup bersih dan lingkungan yang sehat, maka banyak tempat bisa dinikmati dan dihuni dengan nyaman.
Sebagai salah satu ikon Kota Surabaya, Kota Lama memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata. Dengan adanya kegiatan bersih-bersih ini, diharapkan Kota Lama dapat menjadi tempat yang lebih menarik dan nyaman bagi wisatawan.
“Kota Lama adalah wajah Kota Surabaya. Dengan menjaga kebersihan dan keindahannya, kita tidak hanya melestarikan sejarah, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi,” tambah Dedik Irianto.[rea/kun]






