Jember (beritajatim.com) – PT Gojek Tokopedia dan pengemudi ojek di Kabupaten Jember, Jawa Timur, ,mencetak sejarah di Indonesia. Kedua belah pihak bekerja sama untuk memberdayakan pengemudi angkutan umum yang beroperasi di Stasiun Jember.
“Ini pertama kali di Indonesia. Mudah-mudahan ini jadi role model,” kata Bupati Hendy Siswanto, usai meresmikan titik jemput angkutan online di depan Stasiun Jember, Jalan Wijaya Kusuma, Sabtu (21/9/2024) sore.
Semua berawal dari konflik selama kurang lebih enam tahun antara pengemudi ojek online (ojol) dengan pengemudi angkutan umum konvensional, seperti ojek pangkalan dan tukang becak, yang beroperasi di Stasiun Jember.
Pengemudi ojol dilarang menjemput calon penumpang yang baru turun dari kereta api di depan stasiun, karena dianggap merampas peluang kerja pengemudi ojek pangkalan dan tukang becak. Alhasil calon pemumpang ojol di stasiun harus berjalan kaki kurang lebih 200 meter di titik jemput di Jalan PB Sudirman.
Konflik tersebut beberapa kali sempat memanas. Terakhir, sempat terjadi insiden antara pengemudi ojek daring dengan ojek konvensional pada medio Juli 2024, yang berujung pada mediasi yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten dan Kepolisian Resor Jember.
Bosan berkonflik, pengemudi ojol dan pengemudi ojek konvensional pun bertemu dan membicarakan rekonsiliasi. Setelah beberapa kali pertemuan, akhirnya disepakati pembentukan koperasi untuk memberdayakan seluruh pengemudi jasa transportasi umum di stasiun, termasuk becak.
Koperasi itu bernama Koperasi Giat Bersama Sejahtera (GBS). Dalam siaran persnya, Ketua Koperasi Giat Bersama Sejahtera Muhammad Panji Acang mengatakan, koperasi itu bertujuan untuk mencapai kesejahteraan bersama.
Melalui koperasi ini, mereka sepakat untuk mengelola titik jemput di stasiun bersama-sama. “Koperasi GBS ini unik, karena beranggotakan pengemudi online dan offline. Ini pertama kali di Indonesia, di mana koperasi pengelola titik jemput benar-benar dari rakyat, yaitu pengemudi yang bergotong royong materiil dan non meteriil,” kata Panji.
Koperasi ini akan menjadi payung hukum untuk berkomunikasi dan bernegosiasi dengan pemangku kepentingan lain seperti aplikator. “Koperasi akan mengelola dan mengoperasikan keseluruhan. Tanpa koperasi, tanpa payung hukum, kita tidak bisa ngapa-ngapain,” kata Busairi, salah satu pengemudi angkutan umum konvensional.
Setelah melalui uji coba selama 10 minggu untuk menentukan titik jemput transportasi online sejak Juli 2024, mereka sepakat meresmikan titik jemput transportasi online permanen, di Jalan Wijaya Kusuma depan stasiun dan Jalan Dahlia, dengan Koperasi GBS sebagai pengelola.
Ini bukan sekadar koperasi, karena ada pemberdayaan di sana. Tak hanya pengemudi ojek online yang diuntungkan karena bisa menjemput calon penumpang dekat dengan pintu keluar stasiun. Pengemudi ojek konvensional dan tukang becak tetap mendapatkan penghasilan dengan dipekerjakannya sebagai satuan tugas pengamanan dan tenaga kebersihan.
PT Gojek Tokopedia jeli melihat potensi ini. Setelah melalui pembicaraan intensif, Gojek mau bekerja sama dengan Koperasi GBS. Penandatanganan perjanjian kerja sama ini dilakukan di Pendapa Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, dengan disaksikan Bupati Hendy Siswanto, Sabtu (21/9/2024) sore.
Nurandito Fidiawan, Area Operation Manager Gojek Wilayah Malang Hingga Banyuwangi, mengatakan, solusi ini muncul dari keresahan pengemudi Gojek yang kesulitan beroperasi di kawasan stasiun.
“Mereka mendekati ojek konvensional sampai klik, dan ojek konvensional merasa ini bukan saatnya untuk bertengkar. Kita harus membangun ekosistem bersama untuk kemakmuran dan kesejahteraan teman-teman semua,” kata Nurandito.
Setelah perjanjian kerja sama terjalin, menurut Nurandito, pihaknya akan mengatur agar penumpang yang menginginkan penjemputan di titik tersebut bisa masuk dalam aplikasi Gojek. “Jadi customer tidak perlu mengeluarkan uang tunai, tapi menggunakan Gopay yang mereka punya. Dari teman-teman ojek online enak, dari penumpang juga enak,” katanya.
Rencananya, menurut Nurandito, akan ada ritase yang dikenakan kepada penumpang sebesar Rp 1.000 untuk ojek dua roda dan Rp 2.000 untuk ojek empat roda. “Ini akan masuk ke aplikasi secara langsung,” katanya.
Bupati Hendy Siswanto tentu saja gembira dengan terciptanya solusi ini. Senyumnya merekah sejak berangkat dari Pendapa Wahyawibawagraha dengan mengendarai sepeda motor dan berjaket Gojek hingga titik jemput yang hendak diresmikan.
“Ini luar biasa. Kami menyaksikan (penandatanganan) perjanjian kerja samanya di pendapa. Kami mohon PT Kereta Api Indonesia membantu kelancarannya,” kata Hendy.
Hendy berpesan kepada seluruh pengemudi ojek yang berada di bawah naungan Koperasi Giat Bersama Sejahtera untuk melayani pelanggan dengan baik. “Mereka harus rukun, jaga keselamatan penumpang,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Jember membuka peluang Koperasi Giat Bersama Sejahtera bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Jember. “Program-program di Dinas Koperasi bisa berdampak bagi kawan-kawan ojek,” kata Hendy.
Ketua Paguyuban Insan Transportasi (Pintar) Jember Siswoyo berterima kasih kepada Bupati Hendy Siswanto, karena telah mendukung peresmian Koperasi Giat Bersama Sejahtera. “Kurang lebih enam tahun kami sering bentrok, karena stasiun kalau diibaratkan lahan, adalah lahan yang basah. Jadi rebutan,” katanya.
Eko Prihastono, pengurus Forum Komunikasi Jember Online Bersatu (FKJOB), menyebut ini hasil perjuangan bersama. “Teman-teman online dan teman-teman konvensional sekarang menjadi satu barisan yang sama berjuang untuk Jember yang lebih hebat,” katanya. [wir]







6 Komentar
Keren beritanya
Ojek pasir impun bandung yg ngeyel ga mau koordinasi ujung2nyaminta kompensasi lagu lama kaset kusut
Di kota / kab malang harusnya menyontoh program ini supaya ,di. Kota maupun kab menjadi aman , kondusif ..dan damai
Solusi yg baik, sangat bermanfaat bagi pengguna jasa angkutan, tks kepada Bupati Jember, Kadaop Jember, dan seluruh anggota Koperasi Giat Sejahtera
Coba contoh program ini,untuk wilayah pasir impun bandung yg opang minta tuntutan ganti rugi 10 JT perorang.harusnya mikir yg punya uang kan customer…terserah dia mau naik ojol atau opang,harusnya opang sadar diri… customer yg punya duit ko diatur”…harus lebih dewasa bang…….
Stasiun Tugu jogja sudah bebas jemputnya ngetem juga bebas sudah lama lagi