Surabaya (beritajatim.com) – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Kerja sama ini terkait layanan jasa keuangan melalui Soetomo Digipay dan Simpra, guna memperkuat sistem digitalisasi rumah sakit. Penandatanganan PKS dilakukan di Ballroom Double Tree Hotel Surabaya oleh Direktur RSUD Dr. Soetomo, Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, dan Pemimpin Bank Jatim Cabang Dr. Soetomo, Fenty Rischana K.
Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, turut meluncurkan transformasi digital pelayanan RSUD Dr. Soetomo yang dinamakan Soetomo Digipay. Acara ini juga disaksikan oleh Direktur Utama Bank Jatim, Busrul Iman, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Erwin Gunawan Hutapea.
Soetomo Digipay merupakan aplikasi pembayaran yang meliputi layanan seperti SKN, RTGS, ID Billing, dan Virtual Account (VA). Aplikasi ini terkoneksi dengan jaringan Bank Jatim, menawarkan kemudahan bagi transaksi keuangan RSUD Dr. Soetomo. Sementara itu, Simpra adalah aplikasi back-office untuk pengelolaan transaksi pendapatan rumah sakit, juga terkoneksi dengan Bank Jatim.
Direktur Utama Bank Jatim, Busrul Iman, menekankan bahwa kolaborasi ini bertujuan mempercepat transaksi keuangan RSUD Dr. Soetomo dan meningkatkan efisiensi layanan. “Ini adalah langkah konkret untuk memperluas layanan digitalisasi guna memberikan nilai tambah bagi masyarakat Jawa Timur,” ungkapnya.
Selain itu, Busrul juga menyoroti ruang lingkup kerja sama ini yang mencakup berbagai layanan jasa keuangan, termasuk penarikan data rekening secara real-time melalui aplikasi Simpra. Bank Jatim juga menyediakan Customer Self Service (CSS) untuk memantau rekening dana rumah sakit.
Direktur RSUD Dr. Soetomo, Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa menyambut baik transformasi digital ini sebagai inovasi layanan publik yang sudah menjadi kebutuhan. Ia berharap dengan adanya integrasi digital, RSUD Dr. Soetomo dapat mengelola informasi lebih baik dan memastikan operasional berjalan efisien.
RSUD Dr. Soetomo juga memperkenalkan S-TAPay, kartu pembayaran digital yang memfasilitasi transaksi pasien umum. Inisiatif ini bertujuan mendorong masyarakat beralih dari transaksi tunai, yang saat ini masih digunakan sekitar 23%.
Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, menekankan pentingnya digitalisasi di sektor kesehatan. “Semua layanan publik harus sudah memanfaatkan teknologi digital, termasuk pembayaran cashless seperti Soetomo Digipay,” ujar Adhy.
Ia juga berharap inovasi digital ini dapat direplikasi oleh instansi lain agar lebih mudah diakses masyarakat tanpa menambah kerumitan. [rea/beq]






