Malang (beritajatim.com) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melebarkan sayap untuk melakukan kolaborasi internasional. Terbaru, Kampus Putih Jas Merah ini menjalin kerja sama dengan International Center for Law and Religion Studies (ICLRS).
Pada kesempatan itu dilaksanakan diskusi terkait Islam moderat bersama Ali Fauzi, mantan teroris bom Bali yang sudah bertaubat dan sukses menyelesaikan studi doktoralnya di UMM. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan antara kedua belah pihak.
Wakil Rektor IV Bidang riset, pengabdian, dan kerja sama UMM Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi. Ph.D. menilai kolaborasi yang dibangun sudah tepat. Apalagi Muhammadiyah memang merupakan salah satu organisasi Islam terbesar dan tertua di Indonesia. Didukung dengan kiprah Muhammadiyah di sektor penting seperti kesehatan, sosial, dan pendidikan.
“Semoga kerjasama ini bisa menjadi awal program-program baik di masa depan. Apalagi beberapa dosen UMM dan anggota ICLRS juga sudah pernah berkolaborasi beberapa tahun lalu,” katanya.
Salis melanjutkan, meski UMM kampus Islam, tetapi tidak memaksa sivitas akademika perempuan untuk mengenakan hijab. Ini merupakan bentuk Islam moderat yang dilaksanakan Kampus Putih yang memiliki prinsip bahwa mengenakan hijab harus berawal dari kesadaran diri agar ikhlas.
Kesetaraan gender di UMM juga cukup baik. Bahkan jumlah perempuan yang berkarya di UMM melebihi laki-laki, termasuk di tingkat-tingkat yang tinggi.
“UMM juga tidak hanya fokus di pendidikan, tapi juga memiliki unit bisnis yang bisa memberikan citra bahwa Islam juga maju. Kami memiliki tiga hotel, dua rumah sakit, bank, taman rekreasi, pom bensin, dan lain sebagainya. Pada kesempatan ini, kami juga mengundang dekan yang diharapkan bisa menjalin kerjasama lebih lanjut,” kata Salis.
Di sisi lain, Direktur ICLRS Prof. Brett Scharffs mengaku bahagia bisa menandatangani MoU kerjasama dengan UMM. Selama ini, ia memang sudah banyak bersentuhan dengan sivitas akademika Kampus Putih.
Harapannya, kedua belah pihak bisa saling mendukung dalam mempromosikan martabat manusia dan moderasi beragama. Ia yakin, UMM merupakan partner yang tepat dalam menjalankan program-program ke depan.
“Saya sangat mengagumi cara-cara moderat di Indonesia, termasuk praktek Islam di Muhammadiyah. Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan Sekretaris Muhammadiyah Prof. Dr. Abdul Mu’ti. Ternyata ada banyak sekali anak hingga anak muda yang menimba ilmu di lembaga pendidikan milik Muhammadiyah. Semoga kerjasama UMM dan ICLRS bisa bermanfaat baik untuk moderasi beragama,” katanya mengakhiri. [dan/aje]






