Pamekasan (beritajatim.com) – Sebanyak 269 dusun yang tersebar di 76 desa di 11 kecamatan berbeda di Pamekasan, dipastikan terdampak kekeringan akibat musim kemarau tahun ini.
Jumlah tersebut berdasar Surat Keputusan Bupati Pamekasan, Nomor 188/681/432.013/2024 tentang Penetapan Desa Penerima Bantuan Air Bersih Tahun 2024, tertanggal 2 Agustus 2024 lalu.
“Untuk titik kekeringan pada musim kemarau tahun ini, total terdata sebanyak 269 dusun di 76 desa yang tersebar di 11 kecamatan berbeda di Pamekasan,” kata Kalaksa BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, Rabu (11/9/2024).
Angka tersebut merupakan hasik asesmen yang dilakukan personil di instansi yang dipimpinnya, termasuk dari personil lain yang terlibat dalam proses asesmen. “Jadi kami sudah mengantongi daerah terdampak (kekeringan), namun tidak menutup kemungkinan bisa bertambah,” ungkapnya.
“Maka dari itu, kami juga mendirikan Posko Tanggap Darurat Bencana Kekeringan 2024 di Kantor BPBD Pamekasan (Jl Jokotole), khawatir ada laporan masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih,” sambung Dhofir.
Berdasar angka tersebut, titik kekeringan di Pamekasan mengalami penurunan angka dibanding tahun sebelumnya. Di mana pada 2023 lalu, titik kekeringan tersebar di 321 dusun di 77 desa berbeda di 11 kecamatan di kabupaten setempat.
“Perbandingan titik kekeringan tahun ini dengan tahun lalu, jumlah dusun terdampak kekeringan berkurang sebanyak 52 titik dibanding, termasuk jumlah desa yang berkurang 1 titik dibanding tahun sebelumnya,” jelasnya.
Kekeringan di Pamekasan, diklasifikasikan menjadi dua jenis, yakni kekeringan langka dengan kebutuhan air di dusun berada di bawah 10 liter saja per orang per hari, dan jarak tempuh dari rumah warga ke sumber mata air terdekat sekitar 0,5 kilometer hingga 3 kilometer. “Untuk Kekeringan jenis langka tersebar di 188 titik,” imbuhnya.
Sementara untuk jenis kekeringan kritis, terjadi karena pemenuhan air di dusun mencapai 10 liter lebih per orang per hari dengan jarak yang ditempuh masyarakat untuk mendapatkan air bersih sejauh 3 kilometer bahkan lebih. “Angka kekeringan jenis kritis tersebar di 81 titik berbeda,” sambung Dhofir.
“Dari semua titik kekeringan, hanya dua kecamatan berbeda di Pamekasan, yang dipastikan bebas dari kekeringan, yakni Kecamatan Pakong dan Kecamatan Pamekasan (Kota),” pungkasnya. [pin/kun]






