Surabaya (beritajatim.com) – Isu mengenai harga avtur di Indonesia yang dianggap mahal kembali mencuat. Namun, Pertamina Patra Niaga, selaku pemasok avtur di Tanah Air, membantah tudingan tersebut.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, menegaskan bahwa harga avtur di Indonesia cukup kompetitif jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Singapura. Bahkan, harga avtur Pertamina lebih rendah dibandingkan dengan harga avtur di Singapura pada periode yang sama.
“Harga publikasi Avtur di Indonesia bisa dikatakan cukup kompetitif,” ujar Heppy dalam keterangan resminya.
Heppy menjelaskan bahwa penetapan harga avtur di Indonesia mengacu pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 17 K/10/MEM/2019. Selain itu, harga avtur juga berdasarkan pada Mean of Plats Singapore (MOPS) yang menjadi patokan harga pasar terdekat.
“Harga avtur juga mempertimbangkan demand volume dari masing-masing bandara sesuai frekuensi pergerakan pesawat,” tambah Heppy.
Pertamina juga menghadapi tantangan dalam distribusi avtur di Indonesia. Dengan jumlah Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) yang mencapai 72 unit, Pertamina harus memastikan ketersediaan avtur di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di bandara-bandara kecil yang secara komersial belum tentu menguntungkan.
“Rantai pasok (supply chain) Indonesia lebih kompleks dibandingkan negara lain. Kami terus memastikan kebutuhan avtur terpenuhi di seluruh Indonesia, bahkan bandara perintis sekalipun.
Pernyataan Pertamina ini diharapkan dapat mengklarifikasi isu mengenai harga avtur di Indonesia. Perusahaan menegaskan bahwa harga avtur yang ditetapkan telah sesuai dengan aturan yang berlaku dan bersifat kompetitif. Selain itu, Pertamina juga berkomitmen untuk memastikan ketersediaan avtur di seluruh wilayah Indonesia.[rea]






