Jember (beritajatim.com) – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI mengakui kebijakan Bupati Hendy Siswanto mampu menggerakkan sektor usaha mikro kecil menengah di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Pengakuan ini diwujudkan dalam bentuk pemberian Tanda Jasa Bakti Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah dari Menkop Teten Masduki kepada Hendy, di Dining Hall Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (5/9/2024).
“UMKM Jember semakin maju dan bisa dirasakan pengaruhnya terhadap pembukaan lapangan kerja, berkurangnya angka kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi,” kata Hendy, Jumat (6/9/2024).
Pelaku UMKM di Jember mencapai 400 ribu lebih pengusaha. Kurang lebih 100 ribu pengusaha UMKM di antaranya terdaftar di Dinas Koperasi dan UMKM Jember. “Sekarang keaktifannya bertambah. UMKM yang sempat nonaktif, sekarang aktif lagi,” kata Hendy.
Pemkab Jember juga memperkuat UMKM yang memproduksi dan menjual produk halal dengan bantuan APBD Jember. “Kalau kemarin ada kebijakan (bantuan) dari pemerintah provinsi dan pusat. Tidak banyak, akhirnya memakai APBD. Nah untuk tahun berikutnya, kami akan berfokus menjadi kabupaten yang memiliki produk-produk halal seluruhnya,” kata Hendy.
Sukses mengangkat sektor UMKM, Pemerintah Kabupaten Jember sempat menjadi tuan rumah ekspo UMKM seluruh Jawa Timur pada saat peringatan Hari Koperasi dan UMKM Nasional, 27 Juli 2023.
Menurut Hendy, pemerintah pusat menilai Pemkab Jember konsisten dalam menangani UMKM. “Bukan hanya mengadakan event, tapi menyambungkan UMKM kabupaten ke provinsi dan pusat. Ada sinergi yang bukan hanya pada saat event,” katanya.
“Setiap bulan kami mengadakan koordinasi, bantuan, dan pelatihan bersama. Kami memonitor kredit usaha rakyat, pembayarannya, dan offtaker atau end user UMKM. Kebijakan pemerintah juga dibuat untuk memberikan kemudahan tempat-tempat untuk melakukan transaksi perekonomian,” jelas Hendy.
Kebijakan Pemkab Jember di bidang UMKM yang paling terasa adalah kebijakan kerjasama antardaerah. Ada 15 produk UMKM Jember yang dijual di pusat belanja oleh-oleh Krisna di Bali. “Ada satu semangat untuk melakukan kerja sama kontinyu. Modelnya konsinyasi dan sangat berat, tapi bisa dilakukan teman-teman,” kata Hendy.
Pelaku UMKM di Jember juga bertransaksi di antara mereka sendiri di grup UMKM. “Ini bagus. Otomatis yang masuk dalam grup UMKM menjadi reseller. Saya punya grup UMKM, yang aktif sekitar 280 pelaku UMKM, dan itu mereka menjadi reseller. Mereka (yang jadi reseller) tidak diberi fee sama sekali, hanya membantu menjualkan,” kata Hendy. [wir]






